Indonesia Jadi Pasar Kripto Terbesar Kedua di Asia-Pasifik

Senin 29-09-2025,16:15 WIB
Reporter : Tim
Editor : Setya Novanto

Salah satu pendorong terbesar datang dari demografi yang mana mayoritas masyarakat berasal dari generasi muda digital native yang terbiasa dengan teknologi.

Dukungan regulasi dan inovasi produk yang semakin matang juga membuka akses lebih luas, menjadikan transaksi aset kripto kian mudah, cepat, dan inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat.

"Di sisi lain, arah kebijakan pemerintah dan regulator seperti OJK yang terus memperkuat tata kelola industri memberi kepastian lebih besar bagi pelaku pasar, baik dari aspek perlindungan konsumen maupun peluang inovasi di sektor keuangan digital,” terang Calvin.

Kombinasi faktor-faktor ini mendorong Indonesia mencatatkan pertumbuhan hingga 103 persen dalam setahun terakhir, capaian tiga digit yang menegaskan ekosistem kripto nasional bukan hanya mengikuti tren global, melainkan mulai mengambil peran sebagai pilar penting dalam pertumbuhan kawasan Asia-Pasifik.

Bahkan, menurut Calvin, dalam beberapa periode, volume transaksi kripto di APAC mampu melampaui Amerika Utara, memperlihatkan pergeseran pusat gravitasi industri digital global.

Dengan momentum tersebut, Indonesia berpotensi besar untuk tampil sebagai hub kripto regional pada paruh kedua 2025 dan memperkuat posisinya dalam ekosistem ekonomi digital dunia.

Sebagaimana diketahui, Asia-Pasifik sendiri menjadi kawasan dengan perkembangan kripto tercepat di dunia.

Nilai transaksi on-chain bulanan di wilayah ini melonjak dari sekitar 81 miliar dolar AS pada Juli 2022 menjadi puncaknya di 244 miliar dolar AS pada Desember 2024, terdorong oleh pemulihan pasar global dan tren investasi digital.

Hingga pertengahan 2025, meski sedikit menurun dari puncak, volume transaksi tetap bertahan di atas 185 miliar dolar AS per bulan. (*)

Kategori :