MUARATEBO, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Petani karet di Kabupaten Tebo menyambut awal Tahun 2025 dengan rasa lega. Pasalnya, harga jual karet masih tetap stabil di angka Rp 14.500 per kilogram tanpa ada penurunan sejak akhir tahun 2024 lalu.
Rozi, Ketua Kelompok Lelang Karet di Desa Sumbersari Kecamatan Rimbo Ulu mengungkapkan bahwa harga tersebut berlaku di Pasar Lelang. Sementara itu, harga yang ditawarkan oleh tengkulak bervariasi, yakni berkisar antara Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram.
"Alhamdulillah, hingga hari ini harga karet masih bertahan di angka Rp 14.500 per kilogram, dan belum ada perubahan sejak akhir 2024 kemarin," ungkap Rozi.
Rozi juga berharap agar harga karet tidak mengalami penurunan lebih lanjut, sehingga memberikan harapan bagi para petani di Kecamatan Rimbo Ulu dan Rimbo Bujang.
"Semoga harga karet tetap stabil atau bahkan meningkat. Itu harapan kita semua, khususnya para petani," tambahnya.
Namun, meskipun harga relatif stabil, Rozi mencatat adanya penurunan produksi karet di kedua kecamatan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh alihfungsi kebun karet menjadi kebun kelapa sawit oleh sebagian petani, karena harga karet yang tidak kunjung membaik.
"Dulu, Rimbo Bujang dan Rimbo Ulu adalah penghasil karet terbanyak di Tebo. Namun, karena harga yang tidak stabil, banyak petani yang beralih ke sawit," jelas Rozi.
Para petani karet di Tebo kini berharap ada perbaikan dalam harga, agar sektor perkebunan karet dapat kembali berkembang. (bjg)