Paradigma RQ Solusi Atasi Stress Pendidikan Era Society 5.0, Dr. Iskandar Lahirkan Lembaga RQ.5.0 Institute

Sabtu 30-03-2024,04:32 WIB
Reporter : Safwan
Editor : Setya Novanto

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Iskandar, S.Ag.,M.Pd.,M.S.I.,M.H.,Ph.D, putra daerah Jambi asal Kerinci yang berkiprah sebagai dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, melahirkan gagasan Paradigma Pendidikan berbasis Kecerdasan Ruhiologi (RQ) sebagai solusi menghadapi stress yang dianggap penyakit zaman now.

Produktifitas intlektualitas dalam kurun waktu 15 tahun ini, pria jebolan Doktor bidang Psikologi Pendidikan lulusan Universitas Kebangasan Malaysia ini konsen menjadi akademisi yang telah melahirkan banyak karya ilmiah buku dan jurnal serta hasil penelitian.

Dalam pandangannya, tradisi memandang kecerdasan manusia seringkali hanya berfokus pada Intelligence Quotient (IQ). Ini diukur melalui kemampuan kognitif dan logika. Namun, dalam perjalanan memahami potensi manusia yang lebih utuh, konsep kecerdasan berkembang. Muncullah Emotional Quotient (EQ) yang menekankan kecerdasan dalam mengelola emosi, memahami perasaan diri dan orang lain, serta membangun hubungan yang baik.

"Berkembang lagi konsep Spiritual Quotient (SQ). SQ melihat kecerdasan manusia dari sisi spiritualnya, yaitu kemampuan untuk mencari makna hidup, terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri, dan menjalani hidup dengan nilai-nilai yang diyakini. SQ berkaitan dengan kedamaian batin dan pencarian tujuan hidup yang sejati," kata Iskandar, Dekan Sains dan Teknologi UIN STS Jambi periode 2019-2023 ini.

Dijelaskannya, pada abad 21 ini di era distrupsi digital 4.0 dan era society 5.0 munculnya paradigma Kecerdasan Buatan (AI) yang merupakan konstelasi berbagai teknologi yang bekerja sama untuk memungkinkan mesin merasakan, memahami, bertindak, dan belajar dengan tingkat kecerdasan mirip manusia. 

Keempat kecerdasan ini, kata Dia, saling terkait dan melengkapi. IQ yang tinggi belum tentu menjamin kesuksesan hidup jika tidak diimbangi dengan kecerdasan emosional (EQ) dan kecedasan spiritual (SQ). Sebaliknya, SQ yang tinggi pun membutuhkan kecerdasan intelektual dan emosional untuk mewujudkannya dalam tindakan nyata. 

"Namun di era revolusi insudtri 4.0 dan era society 5.0  terjadi  lagi distrupsi digital sehingga menuntut  paradigama kecerdasan buatan (AI) berbasis teknologi dan mesin yang membantu dan menggantikan pekerjaan manusia," tuturnya.

Namun dari 4 kecerdasan manusia modern yang dihasilkan dari prakarsa dominan fakultas akal, rasional dan logika yang mengendalikan perilaku manusia sehingga muncul dehumaniasi (penggawamanusia) yang mengakibatkan keringnya jiwa-jiwa manusia yang berdampak tingginya pada tingkat stress dan depresi yang dianggap sebagai penyakit zaman now.

Konsep Paradigma Ruhiology Quotient (RQ) yang digagas oleh Dr. Iskandar merupakan pemikiran revolusioner didasarkan pada pemahaman tentang "ilmu ruh" atau energi jiwa yang mempengaruhi diri manusia dalam mengambil keputasan berperilaku  yang bersumber dari suara hati yang berupa nikmat atau rasa (cahaya ilahi atau god light) yang dapat menggerakkan, membimbing dan mensinerjikan kecerdasan IQ, EQ, SQ dan AI secara holistik yang adaptif, adaptative dan produktif yang bernilai ibadah. 

Dalam perspektif Islam (Q.s. As. Sajadah [32]: 9) Ruh merupakan kecerdasan yang awal yang dimiliki oleh manusia berasal dari hubungan transedental manusia-ruh-tuhan. RQ, sebagai konsep yang masih berkembang, menawarkan perspektif baru dalam memahami potensi manusia. RQ memandang bahwa kecerdasan manusia tidak hanya diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, tetapi juga melalui hubungan transedental untuk mengembangkan dan mensucikan ruh.

"Dengan demikian, alih-alih melihat kelima kecerdasan ini secara terpisah, perlu pandangan holistik secara kaffah justru lebih dianjurkan. Individu yang cerdas secara intelektual, emosional, spiritual, dan artifisal perlu dibimbing dan dikalwal oleh ruhiologi, sehingga dimensi (akal, Nafsu, qalbu dan Ruh) yang dimiliki oleh manusia lebih optimal untuk menjalani kehidupan yang bermakna antara relasi dan harmoni hubungan (manusia, ruh, tuhan) yang dapat berkontribusi secara positif bagi kehidupan yang penuh dengan nilai ibadah," jelasnya.

Untuk membumikan gagasan Kecerdasan Ruhiologi ini, Iskandar membuat Lembaga RQ.5.0 Institute yang dapat diakses melalui website: www.rq50institute.com  yang menawarkan berbagai Program yang berbentuk kegiatan Workshop dan Pogram Meditasi Ruhani untuk menjawab problem psikologis masyarakat di era society 5.0. 

"Pada tanggal 28 Maret 2024 gagasan Pendidiakn Ruhani berbasis Kecerasan Ruhiologi sudah disosialiasikan kepada 270 Kepala Sekolah SD/SMP Se-Kota Jambi dalam upaya pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di lingkungan satuan Pendidikan yang disambut secara antusias dan akan dilanjutkan ke program pelatihan dan program miditasi ruhani untuk dapat mengatasi stress Pendidikan abad 21," tukasnya. (*)

Kategori :