Polisi Periksa 12 Saksi Terkait Tewasnya Tahanan Titipan Jaksa di Lapas Kelas IIA Jambi

Kamis 07-09-2023,18:15 WIB
Reporter : Rio Andrefami
Editor : Setya Novanto

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - kasus pengeroyokan tahanan titipan Jaksa di Lapas Kelas IIA oleh sesama tahanan hingga mengakibatan korban Agus Danil meninggal dunia terus berjalan, hingga hari ini polisi telah periksa 12 orang saksi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Indar saat dikonfirmasi kamis (7/9).

Indar mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 12 saksi terkait tewasnya Agus Danil tahanan titipan Jaksa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jambi.

"Saksi yang diperiksa itu keluarga korban, tahanan dan satu orang sipir lapas," kata Indar," kayaknya.

Ditambahkan Indar, pihaknya belum bisa memastikan penyebab terjadinya keributan antara para tahanan dan korban.

"Untuk motifnya ini masih keributan antara tahanan, masih kita cek. Untuk jumlah tahanannya itukan kamar banyak belum bisa disebutkan satu-satu," tambahnya .

Saat ini Satreskrim Polresta Jambi belum menetapkan tersangka terkait kasus tewasnya Agus Danil tahanan titipan Jaksa tersebut 

"Belum ada tersangka, tapi sudah naik sidik ( penyidikan)," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang tahanan titipan Jaksa Kejaksaan Negeri Jambi meninggal dunia di Lapas kelas IIA Jambi karena terlibat perkelahian dengan tahanan lain pada Jum'at (1/9) sore kemarin.

Korban yakni, Agus Danil warga Pulau Pandan yang terjerat Pasal 363 ayat (1) KUHP tentang pencurian. 

Agus Danil ditemukan di blok tower (blok khusus tahanan baru) dalam kondisi luka lebam diduga bekas pukulan. 

Rini Ningsih selaku keluarga korban mengatakan, pihak keluarga meminta keadilan atas meninggalnya korban tersebut.

"Karena adik kami (istri tahanan) kurang mampu, dan mempunyai 2 orang anak yang masih bayi, kami tidak tahu kejadiannya gimana," ujarnya, Sabtu (2/9). 

Lanjut Rini, saat korban berada di dalam Lapas keadaannya segar bugar, tidak ada penyakit sama sekali. Dirinya pun juga belum melihat jenazah korban yang merupakan adiknya. 

"Karena saya tidak sanggup dan tidak bisa membayangkan, hati saya di tegar-tegarkan saja sebenarnya. Kalau saya meneteskan air mata, kaki saya tidak bisa bergerak di rumah sakit ini," sebutnya. 

Kategori :