Terowongan PLTA Kerinci Sudah Tembus Digali, Progres Proyek Capai 63,7 Persen

Kamis 20-07-2023,11:58 WIB
Reporter : Dona Piscesika
Editor : Dona Piscesika

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Terowongan PLTA Kerinci  sudah tembus digali dan saat ini telah proses kontruksi.

Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Jambi, Pandu Hartadita kepada Jambi Ekspres (14/7/2023) mengatakan, segala pekerjaan yang terkait dengan kontruksi PLTA saat ini terus bergerak.

PLTA Kerinci akan memiliki 4 terowongan, yaitu terowongan pemeliharaan sepanjang 318 meter, lebar 7 meter, dan tinggi 6 meter.

Terowongan pemeliharaan ini sekaligus berfungsi sebagai akses jalan menuju main tunnel atau terowongan utama saluran air PLTA Kerinci Merangin.

Di terowongan pemeliharaan ini pula, jalur untuk para teknisi dalam melakukan perawatan.

Kemudian di dalam terowongan pemeliharaan, terdapat 3 terowongan teluk belok atau Turning Bay Tunnel. Turning bay tunnel ini berjarak 81 meter dengan panjang masing-masing 8 meter dan lebar 7 meter.

“Dan terowongan PLTA Kerinci ini sudah nembus,” lanjut Pandu.

Terowongan PLTA Kerinci Merangin merupakan terowongan tanah batuan yang lokasinya berada di Desa Bedeng Limo, Kecematan Batang Merangin, Kabupaten Keinci, Provinsi Jambi.

Pembangkit listrik energi baru terbarukan terbesar di Provinsi Jambi ini dilengkapi dengan 4  unit pembangkit, terdiri dari turbin berkapasitas 89,3 MW Vertical Francis Turbine, 103 MVA Generator dan 110 MVA, Main Transformer 16,5 / 150 kV.

Untuk menghasilkan energi listrik, PLTA Kerinci Merangin nantinya akan didukung oleh beberapa komponen, diantaranya  bendungan, turbin generator, dan jalur transmisi.

Bendungan pada PLTA Kerinci Merangin berfungsi untuk menaikkan permukaan air sungai.

Dalam proses pembangunan bendungan, terowongan juga berfungsiu untuk mengalihkan aliran air.

Meski sempat tertunda pembangunannya sejak tahun 2010, kini konstruksi PLTA Merangin 350 MW kini terus menunjukkan progres.

“Dalam targetnya Juni 2023 progresnya 65,68 persen, yang sudah terealisasi saat ini 63,7 persen, semua proses pembangunan PLTA terus berjalan,” ujar Pandu.

Pandu bersama rombongan Dinas ESDM Provinsi Jambi baru saja pulang meninjai ke lokasi PLTA Kerinci yang dibangun PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) itu.

PLTA Kerinci Merangin akan memanfaatkan potensi Sungai Batang Merangin yang memiliki debit rata-rata sekitar 59,4 m3/detik sehingga bisa menghasilkan kapasitas listrik sebesar 350 MW. PLTA ini juga akan memanfaatkan debit air yang berasal dari Danau Kerinci.

PLTA ini juga telah menyiapkan daerah tangkapan air seluas 1353 km2 dari dasar sungai antara Danau Kerinci dan bendungan yang terletak di daerah tangkapan memiliki luas tangkapan 393 km2.

Kehadiran PLTA Kerinci ini nantinya juga menjadi upaya memenuhi pertumbuhan permintaan listrik tak hanya di Jambi namun juga di Sumatera.

Nilai investasi yang digelontorkan PT Bukaka Teknik Utama Tbk group milik Jusuf Kalla melalui anak usahanya PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) adalah USD900 Juta atau setara Rp13,64 Triliun. Targetnya 2025 PLTA Kerinci Merangin mulai beroperasi.

Energi listrik yang dihasilkan PLTA Kerinci Merangin nantinya akan dibeli seluruhnya oleh perusahaan plat merah milik negara yaitu PT PLN (Persero).

Hal ini telah tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara PT Kerinci Merangin Hidro dengan PT PLN, tentang rencana pembelian tenaga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang sudah ditandatangani kedua belah pihak.

Total kapasitas energi listrik PLTA Kerinci Merangin yang akan diborong PLN adalah 350 Mega Watt (MW). Artinya, semua tenaga listrik yang akan dihasilkan PLTA Kerinci Merangin sebesar 350 Mega Watt ini akan dibeli keseluruhannya oleh PLN, tanpa tersisa.

Kemudian, komitmen ini kian diperkuat lagi oleh PT PLN (Persero) setelah menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik PLTA Kerinci Merangin dengan PT Kerinci Merangin Hidro.

MoU rencana pembelian ditandatangani oleh Direktur Utama PLN dengan Direktur Utama PT Kerinci Merangin Hidro, Achmad Kalla, di Kantor Pusat PLN di Jakarta tahun 2013 lalu. (dpc)





Kategori :