Bingung TOEFL dan IPK Rendah Tapi Mau Beasiswa ke Luar Negeri, Ini Kuncinya Versi Nisaul Fadillah Ph.D

Jumat 30-06-2023,10:57 WIB
Reporter : Lysa Lucia Pebryna M
Editor : Setya Novanto

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Mahasiswa UIN STS Jambi terus didorong untuk maju dalam berbagai bidang. Bahkan UIN STS Jambi melalui Pusat Admisi dan Layanan Internasional mengadakan Sharing Beasiswa S3 Luar Negeri, Selasa, (27/6) bertempat di ruang Amphitheater lantai empat gedung Rektorat. 

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Su’adi, MA. Ph.D, berkesempatan membuka acara tersebut. Selain membuka kegiatan, Rektor UIN STS Jambi juga membangi pengalamannya saat mendapatkan beasiswa di Australia. 

"Saat ini peluang untuk berkuliah ke luar negeri sudah sangat banyak. Seharunya tidak ada lagi alasan bagi dosen UIN Jambi untuk tidak mencoba melamar beasiswa-beasiswa tersebut.” ujar, Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Suaidi., MA.Ph.D.


Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Suaidi., MA.,Ph.D., Bersama Narasumber, Nisaul Fadillah Ph.D dan Erwin Hage, MA, Koordinator Bahasa UPB UIN STS Jambi. --

Dijelaskannya keuntungan memperoleh beasiswa ke luar negeri bukan hanya dari keuntungan dan privilege secara akademik, namun juga keuntungan-keuntungan lain yang tidak bisa didapat jika berkuliah di dalam negeri.

Nisaul Fadilah, Ph.D., menyampaikan banyak benefit melanjutkan studi khususnya di Australia. Tanpa sadar sebenarnya Kementrian Agama (saat itu beasiswa 5000 Doktor) juga menyekolahkan satu keluarga. Karena ketika ada mahasiwaa Indoneisa yang belajar di Australia, mereka akan membawa serta keluarga. Putra-putri mereka secara ototmatis juga akan bersekolah di Australia. Menariknya sekolah di Australia dari SD sampai SMA tidak dipungut biaya. Sehingga, Kementrian Agama secara tidak langsung memberikan paket komplit beasiswa. 

Materi Kemudian dilanjutkan dengan sharing pengalaman Nisaul Fadillah Ph.D., saat ia berkuliah di Western Sydney University. Di antaranya bagiamana cara memperoleh Letter Of Acceptance (LOA), bagaimana memperoleh beasiswa dari Kemenag, bagaimana mensiasati agar selesai kuliah tepat waktu, dan bagaimana trik menyelesaikan penelitian Disertasi di Australia.

“Bapak dan Ibu, saat saya mendaftar beasiswa, IPK saya tergolong rendah. Bukan hanya itu, TOEFL saya juga tidak mencapai standar. Ditambah lagi usia saya tidak lagi tergolong muda. Namun itu semua tidak lantas mengurungkan niat saya dalam mendaftar beasiswa. Jangan khawatir dengan umur, dengan IPK, dan nilai TOEFL, insha Allah beasiswa Kemenag dapat mengakomodirya. Asalkan kita mau berusaha untuk berjuang dan pantang menyerah dalam mengusahakan untuk mendaftar beasiswa, " kata Nisaul Fadillah Ph.D.

Kegiatan yang dikuti oleh dosen hampir seluruh fakultas di lingkungan UIN STS Jambi dilanjutkan dengan paparan Erwin Hage, MA, Koordinator Bahasa UPB UIN STS Jambi. 

"UPB UIN STS Jambi siap dalam mendampingi setiap proses pendaftaran beasiswa. Kabar baiknya, satu-satunya tempat test resmi di Jambi untuk TOEL dan IELTS adalah di UIN STS Jambi. Bukan di universitas atau institusi lainnya," jelas Erwin Hage, MA. (Uci)

 

Kategori :