MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Rabu (17/8/22) Peserta upacara pengibaran bendera dalam rangka HUT RI ke-77 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) mendadak heboh. Mereka terheran karena yang menjadi inspektur upacara adalah Kapolres Tanjab Timur, padahal biasanya selalu Bupati.
Sejumlah kepala OPD dan peserta upacara menunjukkan keheranannya. Para kepala OPD yang berada di barisan belakang ruang VIP kantor Bupati tampak berbisik - bisik begitu protokol menyebut Irup adalah Kapolres Tanjab Timur meski Bupati dan Wabup Tanjab Timur hadir dalam Upacara tersebut.
Wajar mereka mengherankan pelaksanaan HUT RI kali ini. Lantaran sejak awal terbentuk 1999 silam, setiap HUT RI di Tanjab Timur selalu Bupati yang jadi Irup Pengibaran dan Wabup Irup penurunan bendera sore harinya.
Lalu apakah hal itu salah ?. Bupati Tanjab Timur H. Romi Hariyanto, SE menjawab hal itu. Selesai upacara Bupati dihadang para jurnalis mengkonfirmasi. Dijelaskan Bupati, memang dia yang secara khusus meminta Kapolres sebagai Irup pengibaran.
"Memang saya yang meminta secara khusus Kapolres yang jadi Irup pengibaran dan Dandim 0419/Tanjab nanti sore Irup penurunan," kata Bupati.
Dijelaskannya, setelah dua tahun terakhir tidak bisa melaksanakan upacara HUT RI dengan formasi lengkap akibat Covid-19, tahun ini hal itu bisa dilaksanakan kembali. Bupati merasa ‘perang’ melawan Covid-19 selama pandemi bisa dimenangkan karena kekompakan. Karena itu dia merasa perlu menunjukkan apresiasi kepada para pejuang garda terdepan.
Dalam hal ini, TNI dan Polri adalah mitra terdepan selain para tenaga medis dan satuan tugas lain yang kiprahnya juga besar.
"Momentum HUT RI ini, kami tunjukkan bahwa sinergi Pemkab bersama seluruh komponen baik TNI, Polri, Kejaksaan, dan para pejuang Covid-19 lainnya tetap terjaga dengan baik," lanjut bupati.