Waspada!! Penipuan Bimtek Akreditasi Mengatasnamakan BAN-SM

Selasa 19-07-2022,17:05 WIB
Editor : novantosetya

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID-Saat ini pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah di Provinsi Jambi sebagian sedang divisitasi dan sebagian menunggu jadwal tim Asesor BAN-SM Provinsi Jambi turun memvisitasi S/M yang masuk kuota akreditasi tahun 2022.

Banyak sekolah/madrasah yang masuk kuota akreditasi yang baru atau harus diakreditasi ulang merasa perlu mendapat bimbingan teknis pelaksanaan akreditasi. Keadaan ini menjadi peluang bagi pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan BAN-S/M dan BAN-S/M Provinsi untuk melakukan penipuan kegiatan bimbingan teknis.

Bahkan saat ini tengah beredar undangan bimbingan teknis pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah yang mengatasnamakan BAN-S/M. Surat tersebut tertanggal 18 Juli 2022 dan berisi tentang undangan kepada kepala sekolah/madrasah.

Dimana S/M dapat mengutus guru yang kompeten dibidangnya untuk mengikuti berbagai program sosialisasi kebijakan melalui kegiatan “Pelaksanaan Akreditasi Secara On-Line 2022” yang akan dilaksanakan pada 23-24 Juli 2022 bertempat di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara.

Ketua BAN-S/M, Toni Toharudin menegaskan kalau undangan tersebut merupakan penipuan. Toni yang mendapatkan tembusan undangan penipuan ini segera meminta Ketua BAN-S/M provinsi se-Indonesia untuk menyebarkan informasi kegiatan palsu ini ke semua sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya. 

Beberapa ketua BAN-S/M Provinsi pun meyakini keanehan surat undangan tersebut. Ketua BAN-S/M Provinsi Jambi, H. Muhd. Saleh mengakui bahwa pihaknya menerima surat tembusan tersebut. Dari bentuk surat undanan yang ada Saleh meyakini surat tersebut palsu atau penipuan.

‘’Surat undanan bimbingan teknis akreditasi yang beredar itu palsu dan mohon sekolah/madrasah di Provinsi Jambi tidak meresponnya. Setiap undangan Bimtek akreditasi apapun pasti lewat BAN-SM Provinsi Jambi dan tidak pernah langsung ke sekolah/madrasah,” tegas Saleh kemarin.

Bahkan Saleh mengakui bahwa dirinya sudah mengingatkan kepada instasi terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Kemenag agar menyebarkan kepada pihak sekolah/madrasah. ’’Termasuk melalui group WA KPA kabupaten/kota dan asesor sudah kita sebarkan terkait Bimtek palsu ini agar tidak ada sekolah/madrasah yang dirugikan,” pinta Saleh.

Diakui Saleh, kasus seperti ini sudah pernah terjadi dan berulang kali, bila sejak awal pihak sekolah/madrasah diingatkan, maka diharapkan ke depan tidak ada sekolah/madrasah yang dirugikan.

Sementara itu Ketua BAN-S/M, Toni Toharudin menegaskan kembali bahwa undangan seperti ini merupakan penipuan yang kerap dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. 

Toni berharap agar BAN-S/M Provinsi seluruh Indonesia dan semua pihak bisa mengantisipasi hal ini dan meminta kepada sekolah/madrasah yang menjadi sasaran akreditasi tahun ini agar waspada. Pihak sekolah/madrasah diharapkan teliti jika menerima undangan bimtek seperti ini atau kegiatan apa pun yang dirasa janggal. (kta)

Kategori :