Asian Agri Dukung UMKM Peternak Bebek, Untuk Menggerakan Ekonomi Desa

Sabtu 04-06-2022,08:27 WIB
Reporter : novantosetya
Editor : novantosetya

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID–  Sejalan dengan komitmen keberlanjutan Asian Agri 2030, yang salah satu pilarnya adalah   pertumbuhan inklusif. Maka Asian Agri melalui unit bisnisnya PT Inti Indosawit Subur (IIS) membantu masyarakat peternak Bebek Petelur di tiga kecamatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Bantuan yang diberikan Asian Agri - PT IIS berupa pakan, kandang serta ternak bebek sebanyak 220 ekor yang sudah siap masuk usia bertelur.

Bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat bagi UMKM ini, disalurkan ke 4 desa yakni Desa Lubuk Terap dan Desa Tanjung Paku di Kecamatan Merlung; Desa Lampisi di Kecamatan Renah Mendaluh; dan Desa Tanjung Bojo di Kecamatan Batang Asam.

"Bantuan yang kami berikan ini merupakan bantuan tahap 3, dimana sebelumnya, program seperti ini telah terlaksana dan dibagikan ke desa lainnya," sebut Sufryiadi, Senior Manager PT IIS Kebun Tungkal Ulu, Selasa, 31 Mei 2022.

"Bantuan yang kita berikan lengkap dengan pakan, kandang serta ternak bebek sebanyak 55 ekor per desa. Bebeknya sudah siap masuk usia bertelur,   jadi kami berharap cara pemberian pakan dan pemeliharaan tetap dijaga sesuai simulasi yang sudah dicontohkan," ucapnya.

Menurutnya, bantuan kali ini bagi warga yang kurang mampu, yang secara pengelolaan akan diakomodir oleh Lembaga Desa. "Kaum dhuafa mungkin tidak bisa aktif dalam pengelolaan bebek-bebek ini setiap harinya, oleh karena itu kami meminta kerjasama dalam pengelolaannya oleh Karang Taruna atau kelompok yang telah ditunjuk oleh Kepala Desa untuk mengawasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BPD, tokoh masyarakat, tim perusahaan, sehingga harapan kita bebek petelur ini bisa maksimal berproduksi," jelasnya.

Perusahaan berharap bantuan ini tepat sasaran dan bermanfaat bagi warga desa. "Kami juga mengajak pihak desa dan seluruh warga bisa selalu bekerjasama agar program ini bisa berjalan dengan baik," harapnya.

Eduart Hutauruk selaku Manager Plasma PT IIS-KLT berharap, ternak bebek untuk kaum dhuafa ke depan diharapkan dapat tumbuh berkembang dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga dan berdampak sosial bagi masyarakat yang kurang mampu.

"Sebelumnya, para kaum dhuafa mendapat paket sembako. Namun kali ini bantuan yang diberikan adalah ternak bebek petelur yang kita harapkan bisa dinikmati secara berkelanjutan. Kelak, unggas ini dapat berproduksi telur selama setahun penuh, sehingga membantu masyarakat secara umum untuk menopang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kaum dhuafa," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Terap, Zuhkri mengucapkan terimakasih kepada perusahaan Asian Agri – PT IIS Kebun Tungkal Ulu yang telah memberikan bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat berupa ternak bebek petelur untuk warga kurang mampu.

"Kami akan selalu mengawasi dan menjaga agar bantuan ini bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat secara berkesinambungan dan dapat benar-benar menopang perekonomian warga. Dukungan besar dari perusahaan sangat kami harapkan, untuk kemajuan desa," sebutnya.

Tentang Asian Agri

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan lebih dari 20.000 orang.

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi. (van)

Tags : #asian agri
Kategori :