Perpusnas RI Gelar Bimtek SPP-TIK 2022 di 34 Provinsi

Rabu 18-05-2022,15:06 WIB
Editor : novantosetya

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID—Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) saat ini tengah didorong menjadi pelopor gerakan literasi untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bahkan mendukung dengan meluncurkan program Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, dan menjadikan tema “Literasi Untuk Kesejahteraan” sebagai salah satu kegiatan Prioritas Nasional pembangunan manusia.


-Foto bersama

Maka, salah satu upaya penting adalah mengubah paradigma perpustakaan dari gudang buku menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi. Transformasi perpustakaan memiliki peran signifikan meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga mereka mampu mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Peran perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat. Selain menyediakan sumber-sumber bacaan informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat. Demi mendukung tercapainya program tersebut, Perpusnas mengadakan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Layanan Perpustakaan kepada 96 desa, 168 kabupaten di 34 provinsi penerima manfaat. Pelaksanaan Bimtek secara simultan bergantian mulai tanggal 28 April – 21 Mei 2022. Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dalam rilis pers yang diterima Jambiekspres.co.id mengatakan dalam memberikan layanan kepada pemustaka, pemerintah dalam hal ini perpustakaan wajib menyesuaikan dengan kemajuan TIK yang terjadi saat ini. 

“Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan agar layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan pelibatan masyarakat serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Kepala Perpusnas kemarin (18/5).

Bimtek bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah tentang strategi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi. Materi bimtek mencakup penguatan literasi untuk membangun masyarakat melalui transformasi perpustakaan, literasi digital, strategi pelibatan masyarakat, strategi peningkatan layanan informasi, strategi advokasi perpustakaan, literasi data dan penyusunan rencana kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam situasi kenormalan baru .

"Dengan pembekalan yang diberikan melalui Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan – Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan dapat membantu memingkatkan SDM pengelola perpustakaan sehingga mendorong tercapainya tujuan Program Transfomasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang berkontribusi dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat untuk Indonesia maju," jelasnya.

Sementara, Kepala DPAD Provinsi Jambi, H. Syamsurizal, S.E.,M.Si melalui Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM), Mirza Hasina SE dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini bertujuan agar staf atau pengelola perpustakaan dapat melakukan peningkatan kualitas layanan dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang menjadi kebutuhan masyarakat, mampu beradaptasi pada  kemajuan  teknologi informasi  di  era  kenormalan  baru  pada  masa  pandemi dengan  tetap memperhatikan protokol  kesehatan. Pengelola perpustakaan juga diharapkan memiliki kemampuan melakukan advokasi kepada pihak lain untuk membangun dukungan bagi pengembangan perpustakaan.

"Melalui pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum didaerah peserta terkait keterampilan dasar dan variasi metode fasilitasi dalam mewujudkan transformasi layanan perpustakaan umum," ujar Mirza Hasina.

Perpustakaan dapat berkontribusi untuk membantu masyarakat untuk tetap berdaya di masa pandemi ini yaitu dengan bertransformasi.

“Perpustakaan harus bisa bertransformasi sehingga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik menuju kesejahteraan. Untuk itu, peran perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat. Selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan.

"Perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan, yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial- ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Untuk kegiatan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK Layanan Perpustakaan Perpusnas RI di Provinsi Jambi, dilaksanakan 17-21 Mei, yang diikuti sebanyak 27 peserta. Dalam kegiatan turut hadir Kabid Deposit Otomasi Pengembangan Koleksi Layanan dan Pelestarian Bahan Pustaka (DOPKL –PBP) Husni Thamrin SH, pejabat Struktural dan Fungsional di lingkup Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi, Tim Konsultan, Master Trainer sebagai Narasumber dan para peserta.

Kategori :