Banjir Membesar, Warga Bongkar Jembatan

Selasa 23-10-2012,00:00 WIB

KERINCI- Belum surut banjir yang terjadi pada Jum’at (19/10) lalu, tiga desa di Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, yaitu Desa Sungai Tutung, Desa Baru Sungai Tutung dan Desa Simpang Empat Kecamatan Air Hangat Timur kembali terendam air yang lebih besar dari sebelumnya.

Banjir kembali terjadi pada hari Minggu (21/10) kemarin sekitar pukul 19.30 Wib. Akibat hantaman banjir bandang, pemukiman warga dan sejumlah infrastruktur lumpuh total, seperti drainase, jalan dan tempat pemandian umum ditutupi pasir serta batu.

Salah satu tokoh pemuda desa Sungai Tutung, Deka (30) menuturkan, banjir ini kembali terjadi akibat lima hari berturut-turut Kerinci terus di guyur hujan lebat.

Ditambah lagi pembangunan jalan Desa Sungai Tutung-Pungut Mudik tanpa disertai pemasangan bronjong, disisi badan jalan. Sehingga sungai yang berada dibawah badan jalan tidak mampu menampung air yang bercampur pasir, batu serta lumpur, kondisi ini mengancam ambruknya badan jalan, hingga berdampak banjir bandang yang lebih besar.

“Banjir tadi malam lebih besar dari sebelumnya, ketinggian air mencapai 1 meter, lumpur dan pasir yang masuk kerumah warga juga lebih banyak,” bebernya.

Ia mengatakan, warga yang tengah panik dengan kedatangan banjir kedua ini, secara bersama-sama bergotong royong membongkar sebuah jembatan di Desa Sungai Tutung, untuk memperlancar arus sungai, sehingga lumpur dan pasir yang ada di dalam sungai tdak terseret ke rumah warga.

“Iya, tadi malam warga gotong-royong dan membongkar jembatan, agar arus sungai lancar. Akibatnya, saat ini hampir separuh rumah warga desa Sungai Tutung yang berada diseberang sungai terisolir karena jembatan sudah dirubuhkan, roda dua dan roda empat tidak bisa lewat,” tandasnya.

“Jika kajadian banjir ini dibiarkan, tanpa ada pembagian air saya yakin rumah penduduk bakal tertutup pasir. Lihat saja saat ini, ketinggian pasir yang menutupi badan jalan sudah setinggi 1 meter,” ungkap Ma’as Dpt, salah seorang korban banjir.

Warga setempat mendesak, pemerintah Kabupaten Kerinci segera mencari solusi ancaman banjir di tiga desa ini.

“Salah satu solusi untuk mengatasi banjir, yaitu dengan cara melakukan pemasangan bronjong ditebing badan jalan. Sebab, sungai yang ada berada tepat dibawah badan jalan,” ungkap Tokoh Masyarakat setempat H Mutris Mukti, kepada harian ini.

Solusi lain, untuk mengatasi banjir yaitu dengan membagi sungai serta melakukan pengerokan disepanjang aliran sungai. Menurutnya satu sungai yang ada saat ini tidak mampu menampung debit air jika musim hujan datang.

“Pemda harus melakukan pengerokan sepanjang aliran sungai membantu untuk mengatasi banjir. Tapi harus dilanjutkan degan pembagian air yaitu membuat sungai baru serta pemasangan bronjong disepanjang sugai tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kerinci, Daripus mengatakan pihaknya bersama Dinas PU Kerinci, berupaya semaksimal mungkin mengatasi masalah banjir di tiga Desa Sungai Tutung. Namun, pihaknya melihat dari laporan masyarakat setempat, dari laporan tersebut sebagai acuan pihaknya untuk bertindak dilapangan.

(hdi)

Tags :
Kategori :

Terkait