Harta Aher Naik, Harta Dede Susut

Minggu 03-02-2013,00:00 WIB

BANDUNG- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengumumkan hasil verifikasi kekayaan 10 kandidat calon gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub) Jawa Barat 2013-2018, Selasa (5/2) di Gedung Sate.

Pengumuman, tidak akan dilakukan oleh KPU Jawa Barat, namun oleh setiap kandidat cagub-cawagub. \"Nantinya masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lah yang akan mengumumkan berapa kekayaan yang dimilikinya,\" ungkap Komisioner KPU Jawa Barat, Teten Setiawan, Sabtu (2/2).

Teten mengatakan, pengumuman harta kekayaan memang seharusnya dilakukan oleh KPU Jawa Barat mengacu pada hasil laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). \"Tapi setelah dibicarakan dengan KPK, kekayaan jadinya akan diumumkan masing-masing calon,\" jelasnya.

Selasa (5/2) nanti, KPK juga akan memberikan pengarahan anti korupsi kepada seluruh kandidat yang akan bertarung di Pilgub Jawa Barat 24 Februari mendatang.

\"Dengan cara itu cagub-cawagub yang menang diharapkan tidak korupsi. Nanti pun akan ada penandatanganan pakta integritas oleh para calon,\" pungkasnya.

Seperti yang diketahui bulan lalu KPK memverifikasi kekayaan 10 kandidat cagub-cawagub Jawa Barat. Pemeriksaan dilakukan KPK di rumah masing-masing kandidat.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun KPK, Cagub Dikdik Mulyana Arief tercatat sebagai kandidat terkaya dengan jumlah kekayaan mencapai Rp30 miliar. Harta kekayaannya meningkat Rp20 miliar dari laporan sebelumnya November 2012.

Sedangkan kandidat yang paling sedikit kekayaannya adalah pasangan dari Rieke Diah Pitaloka, Teten Masduki.  Dalam catatan KPK  ada hal menarik dari kandidat petahana, Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf. 

Selama menjabat Gubernur Jawa Barat, harta kekayaan gubernur yang akrab disapa Aher itu naik sebesar Rp1 miliar. Sedangkan harta kekayaan Dede Yusuf selama menjabat Wagub justru menurun.

 (agp)

Tags :
Kategori :

Terkait