Dari Barongsai Hingga Aksi Kekebalan

Senin 25-02-2013,00:00 WIB

Perayaan Cap  Go Meh di Jambi

JAMBI-Beberapa klenteng di Kota Jambi mengadakan perayaan Cap Go Meh yang melambangkan hari kelima belas dan hari terakhir dari rangkaian masa perayaan Imlek bagi komunitas kaum Tionghoa yang tinggal di luar China.

Perayaan Cap Go Meh yang mulai digelar pukul 17.30 Wib, diisi  dengan berbagai acara, seperti  parade di jalan-jalan. Tang Sin, orang yang dianggap sebagai jelmaan dewa menjadi tontonan menarik. Dengan kepercayaan mereka, Tang Sin akan melakukan adegan-adegan sesuai dengan dewa yang diwakilinya,  termasuk adegan kekebalan terhadap berbagai benda tajam.

Long Cin, salah satu warga Tionghoa, mengatakan, dimalam perayaan Cap Go Meh ini, masyarakat akan menyaksikan tarian naga, tarian Barongsai dan masih banyak aktrasi lainnya.

‘’Malam tidak akan menjadi meriah tanpa kehadiran kembang api dan petasan. Pada malam ini (kemarin, red), para tua dan muda seolah diwajibkan untuk bersenang-senang, “ Ungkapnya.

Setelah acara parade dijalan-jalan nantinya para peserta arak-arakan akan berkumpul dilapangan Koni Jambi untuk mengikuti acara puncak pada malam hari.

Ditambahnya lagi,  perayaan Cap Go Meh sudah turun-temurun hingga sekarang diperingati masyarakat Tionghoa yang menganut Tri Dharma. ”Cap Go Meh merupakan hari raya yang religius bagi umat Taoisme, Budhhis, dan Konghucu,” sebutnya.

Sementara itu untuk upacara ini akan dirayakan warga Tionghoa secara rutin setiap tahunnya pada tanggal 15 bulan pertama menurut penanggalan bulan yang merupakan bulan pertama dalam setahun.

Acara Cap go Meh ini harus dilakukan pada malam hari, maka harus disiapkan penerangan dengan lampu-lampu dari senja hari hingga keesokan harinya. Inilah yang kemudian menjadi lampion-lampion dan lampu-lampu berwarna-warni yang menjadi pelengkap utama dalam perayaan Cap Go Meh.

(ded)

 

Tags :
Kategori :

Terkait