Kasus Perkosaan Di Jambi Meningkat

Kamis 25-04-2013,00:00 WIB

Korban Banyak Anak-Anak

JAMBI – Meski memiliki semboyan adat  bersendi sara’, sara’ bersandi kitabullah, namun banyak masyarakat Jambi yang tidak bermoral.

Dalam empat bulan terakhir, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jambi mencatat, setidaknya ada 25 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan masyarakat kepada mereka.

Eni Harriyati ketua P2TP2A Provinsi  Jambi mengatakan, jumlah kasusnya meningkat, penyebabnya adalah akhlak yang mulai menurun.

Banyak kasus yang dilakukan oleh remaja, hal ini lebih disebabkan karena pergaulan bebas dan globalisasi seperti meluasnya internet yang tanpa penyaringan informasi.

“Remaja memiliki sifat yang ingin semuanya instan, jadi jika tanpa akhlak yang diajarkan oleh orang tua, maka mereka akan bertindak yang tidak baik,”bebernya.

Selanjutnya, kasus perkosaan yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak-anak. Menurut Eni, sangat miris karena pelakunya biasanya orang dekat korban.

“Kami sudah berusaha melakukan pencegahan dan sosialisasi terkait undang-undang masalah ini, tapi tentu perlu kerjasama semua pihak untuk menekan angka kekeasan terhadap anak dan perempuan ini,”tukasnya.

Beberapa kasus pemerkosaan yang terjadi beberapa waktu terakhir di Jambi yakni kasus pencabulan oleh seorang anak berinisial AO (12) yang tinggal di wilayah desa Bukit Tigo Kecamatan Singkut, yang masih duduk  di bangku  Sekolah Dasar. Ia diduga kuat   mencabuli tetangganya yang belum genap  tiga tahun  berinisial LT (2) Sabtu (20/4) lalu.

Selanjutnya ada perkosaan terhadap Lestari (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 16 tahun oleh 10 orang laki-laki di Tanjabtimur.

Kejadian itu terjadi pada bulan Oktober atau November 2012 silam, total pelaku ada 10 orang, enam tertangkap, empat lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

Enam pelaku yang diamankan itu diantaranya adalah HMI, SY, SP, SA, MS dan AA.

Selanjutnya ada kasus pencabulan yang menimpa gadis ABG yang berinisial NS (13) warga Lopak Alai Kecamatan Kumpeh Ulu, Muaro Jambi. Ia digilir oleh 7 orang anak Punk pada Senin (25/3) sekitar pukul 22.00 WIB dibawah jembatan Sungai Maran Jln. Thamrin, Kelurahan Sungai Asam, Kota Jambi.

Empat pelaku berhasil diamankan oleh anggota Buser Polsek Pasar, sedangkan tiga lainnya berhasil melarikan diri.Keempat orang tersebut adalah Romi (22) warga Sungai Penuh, Bima Gale (19) warga Kediri, Fahri Ritonga (24) warga Bengkulu, Upret Pradianto (18)warga Surabaya.

Di Jambi, keempatnya tinggal di samping Hotel Golden, saat diamankan keempatnya sedang mengilir ABG tersebut.

Tags :
Kategori :

Terkait