Dan tentu saja Mariana yang mendengarnya kesal, dan dengan manisnya Mariana menarik sebelah telinga Ciel hingga Ciel berteriak.
“Aaaa, aaa, Sss, sakit, sakit” Teriak Ciel kala mendapati telinganya ditarik kuat oleh Mariana.
“Dasar bocah gendeng! nggak sopan ya kamu sama orangtua!” Ujar Mariana menarik telinga Ciel lebih kuat.
“Iya nek, ampun, Astaga kuping saya nek, ya ampun nek, astaga kuping saya nek Aaaa” ujar Ciel memohon ampun pada Mariana.
“makanya jadi anak itu yang sopan! Coba ulangi apa yang kamu bilang tadi apa?! Nenek mirip nenek lampir?! IYA?!” ujar Mariana kesal kali ini Mariana memelintir telinga Ciel.
“IYA NEK, IYA CIEL MINTA MAAF NEK, HUWA…MOMMY TOLONG CIEL” teriak Ciel yang merasa telinganya akan putus sebentar lagi.
Sedangakan Soheila sangat menikmati yang terjadi antara Ciel dan Marian, mendapat tontonan gratis yang sangat menyenangkan membuatnya tak berhenti tertawa sedari tadi. Ciel yang mendapati Soheila yang tertawa menyaksikannya, melotot seolah memberi peringatan pada Soheila. Soheila semakin kerasa tertawa, menyiratkan bahwa ia sangat menikmati drama yang tercipta antara Ciel dan Mariana.
“AWAS KAU SOHEILA JELEKKK,” Teriak Ciel.
(Bersambung)