Until Today

Selasa 27-04-2021,00:00 WIB

“Menikmatinya, apalagi yang harus kulakukan selain itu.” Ujar Soheila sambil mengangkat bahunya acuh.

Mariana tertawa pelan, “Jangan jadikan cinta sebagai ajang judi sayang, kala kau kalah dalam permainan kau akan mendapar rasa sakit yang lebih saat kau meberikan hatimu sebagai taruhan,” nasehat Mariana.

“Ya nenek benar, kali ini akau seperti membuat hidupku dalam perjudian.” Mariana berdiri dari duduknya dan memeluk Soheila, entah kenapa rasanya Soheila menggantikan keberadaan cucunya yang meninggalkannya.

“Soheila dengarkan nenek, pergi dan berpetuanglah sejauh mungkin, tuntaskan rasa penasaranmu hingga kau merasa lega dengan segalanya. Dan saat kau lelah, pulanglah. Jadilah Dewasa dengan caramu, tak memandang apa dan pada siapa jadi lah dirimu, sayang. Dan kau tau satu hal nenek akan selalu menyayangimu.”

Soheila tertegun, hidupnya seperti jungkir balik akhir – akhir ini. Rasanya sulit mempercayai bahwa kali ini dia diinginkan, bukan semata – mata mereka hanya membutuhkan Soheila. Tapi mereka benar – benar tulus menyanginya. Soheila merasa dicintai, Soiheila merasa diinginkan dan Soheila merasa istimewa. Untuk pertama kalinya, selain ibunya Soheila disayangin dan diperhatikan kembali. Soheila mulai terisak dan mala mini Soheila mencurahkan segalanya dalam tangisnya.

“Hiks, Soheila menyayangi nenek, Hiks” Gagu Soheila. Dan itu malam itu seluruh langit menjadi saksi Soheila ada bukan karena kesalahan, namun ia ada karena semua orang menginginkannya. (*)

Bersambung

 

 

 

Tags :
Kategori :

Terkait