Until Today

Minggu 16-05-2021,00:00 WIB

Mariana, Ciel, dan Soheila tengah berkumpul di ruang tamu berdikusi mengenai apa yang sekarang tengah terjadi pada meraka. Teka – teki rumit membuat kepala mereka panas dan jika saja bisa, mereka yakin bahwa kepala mereka kini tengah berasap akibat banyaknya yang harus mereka pikirkan.

“Jadi apa maksud dari semua ini?!” ucap Soheila kesal karena tidak menemukan titik terang dari permasalah mereka, tidak bahkan mereka tidak benar – benar tahu apa permasalahan mereka.

“ini semua terlalu abu – abu, bahkan aku berpikir kita tengah memperjelas atau mencari masalah kita bukan menemukan sebuah solusi dari masalah.” Sahut Ciel yang kini tampak sangat pasrah.

Mariana hanya tersenyum melihat Ciel dan Soheila yang terlihat frustasi, sedikit terharu walau tidak mengenal baik Samuel atau tepatnya tindakan Samuel yang tidak baik pada mereka tetap saja mereka ingin menolong Samuel, tidak terlalu ikhlas apalagi Ciel, tetap saja Mariana bersyukur.

“Baiklah, mari kita ceritakan semuanya dari awal, dan terbukalah pada apa yang kita ketahui baik itu tentang Samuel, Adelard ataupun orang – orang yang kemungkinan bisa bersangkutan.” Jelas Soheila.

“Biar aku yang mulai pertama.” Lanjut Soheila.

“Aku dan Samuel dulunya adalah sepasang kekasih, awalnya aku dan Samuel memiliki hubungan yang baik – baik saja bahkan kakakku saja merustui hubunganku dengannya. Hingga Samuel meminjam uang kepadaku dan lari melarikan uangnya padahal itu adalah uang kakakku. Karena takut kakak kecewa akhirnya aku pergi dan sempat terjadi drama kejar – kejaran antara anak buah kakak dan aku,” jelas Soheila dengan tarikan nafas panjang di akhir ceritanya.

“Aku cemburu kau pernah bersama Samuel!” Sahut Ciel tiba – tiba dengan wajah cemberut.

Mariana yang melihatnya memukul kepala belakang Soheila, “hei itu dulu, jadi jangan cemburu dengan cucu nenek, bukankah sudah nenek katakana bahwa nenek sendiri yang akan menghentikan Samuel jika saja ia masih ingin bersama Soheila.” Ucap Mariana kesal, mendengar Mariana membuat Ciel mecebikkan bibirnya kesal.

“Hei nenek lampir, bisa saja nantinya kau lebih mendukung cucumu itu dibandingkan aku. Peluangmu sangat banyak untuk menjadi seorang pengkhianat,” sungut Ciel, membuat Mariana melayangkan satu jitakan ke kepala Ciel.

Melihatnya Soheila hanya tertawa, “Jadi nenek tidak tahu bahwa kau punya seorang kakak Soheila.” Tanya Mariana, mengabaikan Ciel dengan gerutuan yang tidak jelas.

“Ah itu, dulu sehabis tamat SMA, Soheila pergi ke kanada nek, dan beberapa kejadian membuat Soheila bertemu dengan seseorang yang kini menjadi kakak Soheila dan terus tinggal bersamanya sebelum Soheila kabur nek, namanya Dave nek.” Jelas Soheila.

“Lalu mengapa kabur? Apa dia bukan kakak yang baik?” Tanya Mariana lagi. Soheila yang mendengernya segera menggelangkan kepalanya seolah memberi tahu bahwa Mariana salah mengira.

“Tidak nek, Dave adalah kakak yang baik untuk Soheila. Soheila kabur karena Soheila takut Dave kecewa terhadap Soheila, Dave adalah seseorang yang sangat benci kebohongan dan tidak pernah memberi toleransi pada sebuah kebohongan dan Soheila membohonginya saat memberikan uang pada Samuel. Soheila bilang itu untuk dana sosial tapi Soheila malah memberikannya pada Samuel.” Jelas Soheila.

Ciel yang mendengar cerita Soheila mengangguk anggukan kepalanya, namun mendengar nama Dave rasanya tidak asing,

Tags :
Kategori :

Terkait