Behind: Impossible

Kamis 03-06-2021,00:00 WIB

“Kak, ini ya daftar Artikel sama susunan teme buat blog minggu depan kak, kalo ada yang salah bilang aja kak, nanti Kirana coba revisi kak.” Ujar Kirana, Mala yang mendengarnya tersedak ludahnya sendiri dan segera bangkit dari duduknya memegang pundak Kirana.

“Kir lo diapain sama Keken? Lo di jampi – jampi, mendadak jadi baik gini?” Ujar Mala cepat. Danu, Sanu, Doni, Tsana, dan Reno menepuk jidat mereka masing – masing mendapati kejujuran Mala.

“Gue yakin nih, pas pembagian otak, nyokap Mala absen, jadi malanya nggak kebagain otak,” Ujar Reno tiba – tiba yang sedari tadi hanya diam dan mengamati.

Keken yang medengar kalimat Mala terkekeh pelan, geli dengan kelakukan teman – teman sekantornya, Keken bahkan sampai tidak habis pikir ulah teman – temannya ada – ada saja.

“Susah bener emang jadi manusia, baik salah, jahat salah, nggak ngapa – ngapain salah. Kalo gini enakan jadi batu keknya.” Dengus Kirana mendengar perkataan Mala.

“Udah beneren di jampi nih sama Keken,” Ujar Danu, “Nggak apa – apa guys, akhirnya setan nyebelin yang ada di Kirana udah musnah.” Sambung Reno.

“WELCOME TO THE NEW KIRANA!” Ujar Doni bersorak heboh dengan gaya ala – ala host memperkenalkan seorang Miss Universe.

Sejujurnya Kirana sedikit tersinggung dengan seluruh perkataan anggota divisi humas, tidak menyangka bahwa satupun dari mereka tidak ada yang menyukainya selama ini. Jadi apa yang selama ini mereka lakukan adalah sebuah kepura – puraan, Kirana tidak menampik keadaan bahwa beberapa kali ia sering mendapati raut tidak senang pada setiap anggota divisi humas namun tertupi dengan senyum mereka, Kirana menyesal namun ia tidak bisa melakukan apa – apa.

Kirana sedikit terkejut kala Tsana dan Mala memeluknya, “Welcome to the new Kirana!” Ujar Tsana dan Mala bersemangat, “manusia nggak ada yang sempurana,” Lanjut Mala, “Dan kita harus selalu tau dan nerima kalo kesempatan untuk berubah itu ada pada orang yang berusaha.” Sambung Tsana lagi dengan tawa bahagia bersama Mala.

Sedang Reno, Doni, dan Sanu turut heboh dengan mengahambur – hamburkan kertas – kertas sisa sisa pekerjaan mereka yang sudah terpotong kecil ke atas kepala Kirana, mendapatinya Kirana hanya tertawa, Kirana sadar selama ini matanya terlalu tertutup untuk tahu bahwa banyak orang baik di sekitarnya. Dari meja Mala Kirana menatap Keken dengan sebuah senyuman tulus yang dibalas Keken dengan acungan jempol serta tawa yang bahagia.

Danu mendekati Keken, tersenyum pelan dan memeluk Keken yang duduk di kursi kerja Kirana, Keken membalas pelukan Danu hangat. Danu selalu pintar mencari kesempatan, saat seluruh fokus orang teralihkan, barulah Danu beraksi dengan aksinya.

“Kali ini apa yang Lo lakuin?” Tanya Danu Kalem.

“Nothing special,” Jawab Keken sambil tersenyum manis. Keken dan Danu melepaskan pelukan mereka cepat kala anggota lain mulai berhenti menjahili Kirana, tanpa Keken dan Danu sadari ada sepasang mata yang menatap mereka penuh arti.

  Bersambung

 

 

Tags :
Kategori :

Terkait