Selasa 17-08-2021,00:00 WIB

Dan sore itu tangis Mbak Senja pecah, Ginanja mungkin tidak pernah tahu berapa banyak luka dan beban yang disimpan oleh Mbak Senja sendirian dan bisa saja Ginanja tidak akan pernah tahu. Namun, jika saja Ginanja punya kesempatan, Ginanja ingin meminta pada tuhan, agar kelurganya bahagia, apapun demi keluargnya, Ginanja akan mengorbankan segalanya, termasuk dirinya.

***

Malam sudah menunjukkan pukul Sembilan, di teras rumah Ginanja menunggu kepulangan Putri dengan rasa cemas dan khawatir sedang di dalam rumah ada Mbak Senja yang juga tak kalah cemas dan khawatirnya dari Ginanja menunggu Putri pulang. Sejak Putri diam – diam pergi, Putri tak kembali hingga kini. Ginanja yang semakin khawatir tak dapat diam saja menunggu Putri dan memutuskan untuk mencari Putri.

“Mbak, Ginanja cari Putri, nanti kalo jam sepuluh Ginanja belum pulang, langsung kunci saja rumahnya mbak, semoga Putri pulang lebih dulu dari Ginanja,” izin Ginanja yang dibalas anggukan oleh Mbak Senja.

“Hati – Hati Nja,” Pesan Mbak Senja, setelahnya Ginanja pergi berlalu mencari Putri.

Ginanja mencari di tempat dimana Putri sering bermain dan menghabiskan waktunya bersama teman – teman perempuannya. Namun, nihil, Ginanja tak mendapati apapun. Karena taka da Putri, Ginanja memutuskan untuk mencari Putri ke rumah teman – temannya, satu per satu rumah teman – teman Putri Ginanja datangi, namun jawaban yang ia dapati selalu sama. Bahkan Ayu, teman dekat Putri juga mengatakan hal yang sama, dan tidak tahu apapun perihal Putri belakangan ini.

“Putri udah hampir semingguan nggak main sama kita bang, disekolah juga nggak keliatan.”

Yang hanya Ginanja angguki, dan saat Ginanja bertanya lebih, tidak ada satupun dari mereka yang tahu, membuat Ginanja semakin kelimpungan. Sudah seminggu Putri tidak bermain bersama teman – temannya, lalu kemana Putri selama seminggu ini saat izin dengannya untuk bermain. Dan Putri juga tidak bersekolah selama seminggu, apa Putri membolos sekolahnya? Sejak kapan Putri berani bertingkah seperti itu? Banyak pertanyaan dibenak Ginanja perihal Putri, belum lagi beberapa kebenaran yang ia dapati tentang Putri membuat emosi Ginanja naik drastic.

Dari kejauhan, Ginanja tak sengaja melihat sosok perempuan yang tampak seperti Putri dan benar saja itu adalah Putri. Ginanja berlari mendekati Putri dan memanggilnya, “Putri!” Teriak Ginanja.

Ginanja melihat Putri berbalik dan berlari mendekati Putri, saat sampai di depan Putri, Ginanja benar – benar terkejut mendapati lebam biru di wajah Putri dan bekas luka di sudut bibirnya. Ginanja mencengkram kuat bahu Putri, “Muka kamu kenapa?” Tanya Ginanja geram. Siapa yang berani berbuat seperti ini pada adiknya.

Putri meringis mendapati cengkraman kuat di bahunya, “Sakit bang,” ringis Putri. Ginanja segera melapas cengkaramannya dan kembali bertanya dengan tangan yang mengepal keras, siap menghabisi siapapun yang membuat adiknya terluka.

“Muka kamu kenapa?!” Tanya Ginanja sekali lagi.

Putri tersenyum lucu, “Biasalah bang, aku tadi habis berantem sama teman aku. Jadinya gini deh.” Jawab Putri sekenannya berusaha menangkan Ginanja dan amaranhnya.

“kamu kemana?! Berantem sama siapa?!” Tanya Ginanja dengan amarah tertahan.

“Tadi Aku main ke tempat biasa, berantem sama Ayu. Nggak usah dipikirin, ayo pulang bang.” Jawab Putri, menggandeng tangan Ginanja dan menuntun Ginanja pulang.

Ginanja terkejut, wajahnya pias, dirinya tersenyum kecut mendapati ketidakjujuran Putri.

Tags :
Kategori :

Terkait