Sabtu 21-08-2021,00:00 WIB

 

Brakk

 

“Argh!”

 

Suara itu, suara itu terasa sangat familiar di telinga Senja, “Ginanja!” Teriak Senja kala melihat Ginanja terbaring di pintu belakang, Senja segera menghampiri Ginanja, menepuk pipinya berkali – kali.

 

“Ginanja, bangun dek! Mbak nggak sengaja!”

 

***

 

Ginanja merasakan pukulan begitu hebat di belakang kepalanya, bahkan Ginanja merasa dirinya mulai kehilangan setengah nyawanya. Ginanja mendengar suara Mbak Senja yang berteriak namanya.

 

“Ginanja!” Teriak Mbak Senja, Ginanja mencoba memfokuskan pandangannya pada Mbak Senja, namun yang dilihatnya bukan hanya satu Mbak Senja, melainkan dua, tidak ada tiga Mbak Senja, lalu empat Mbak Senja, Ginanja tidak lagi dapat menghitung ada berapa banyak Mbak Senja dihadapannya. Ginanja merasa matanya mulai berkunang – kunang, hingga akhirnya tubuh Ginanja ambruk di pintu belakang rumah.

 

“Ginanja, bangun dek! Mbak nggak sengaja!” Samar – samar Ginanja masih dapat mendengar suara panik Mbak Senja, jadi Mbak Senja yang melakukannya, tapi mengapa?

Tags :
Kategori :

Terkait