DISWAY: Pancingan DMO

Jumat 11-03-2022,00:00 WIB

yea a-ina

Penerapan kebijakan DMO dan DPO untuk CPO melalui pak mantri perdagangan. Cukup membagongkan bagi para pengantre migor, singkatan kata yang terdiri hanya 5 huruf : D, M, C, P dan O. Abah Dis jurnalis senior, mungkin berkenan menulis tentang sengkarut antrean..... eh minyak goreng ya. Harga komoditas dalam negri naik jika di ikuti daya beli menguat its OK, kalau sebaliknya. Anda lebih tahu 

 

Amat Kaselanovic

Lama tak tak membuat pantun. Turun bertangga naik berjenjang / Jalan di bukit berkelok delapan / Pendidikan itu investasi panjang / Karna pendidikan mengubah peradaban

 

Tunk B

setuju bung Lukman, bahkan negara juga mau ikutan rebutan kue ékonomi dg rakyatnya. Pa lagi ini modalnya dengan uang negara, bisa unlimited tanpa resiko. dengan asumsi \'rugi yo ben, toh uang negara\'. kalau rugi, namanya juga usaha.

 

Lbs

Senang melihat pemimpin yg memiliki visi kuat seperti ini. Apalagi dalam hal pemberdayaan ekonomi. Saya sering menarik nafas panjang saat melihat pemimpin daerah asal2an dalam bekerja. Kepala desa dg Bumdesnya membuat usaha jual beli ATK, bupati dg BUMDnya membuat mini market, bahkan gubernur membuat usaha percetakan batako. Untuk apa? Usaha sejenis yg d miliki rakyat saja menjamur. Sesak nafas dalam bersaing. Tambah lagi pemerintah ikut2an. Harusnya pemerintah mendukung usaha rakyat agar lebih berkembang, lebih modern. Atau membuat usaha rintisan yg menjadi pelopor yg selanjutnya menjadi contoh bg masyarakat. Seperti bupati Sikka ini...

 

Leong Putu

Banyak orang begitu menikmati keterbatasannya. Banyak yang hanya diam dan hanya memandang hambatan dalam hidupnya. Tanpa berbuat sesuatu. Eheemmmm...Awas jangan tertipu. Ingat ini Leong Putu.... Namun hari ini, kita diberikan contoh seorang tokoh yang luar biasa, dalam diri Bp. Roby. Membaca komen Bp. Alexs Sujoko di edisi kemarin. Tentang cara membuat minyak kelapa.secara tradisional, mata saya sedikit berkaca-kaca. Ingat masa lalu. Sekitar kelas 5 SD sampai kelas 2 SMP atau sekitar itu. Memarut kelapa untuk diproses menjadi minyak kelapa adalah aktifitas sampingan saya. Memarut dua puluh sampai dua puluh lima butir kelapa sekali proses. Enteng bagi saya. Proses lanjutan dikerjakan ibu saya. Hehehe...... Tentu prosesnya sedikit berbeda dari cerita Pak Alexs, kalau beliau cerita pakai air secukupnya, kalau kami pakai airnya banyak. Sesaat setelah santan pecah lalu keluar minyak, saat itu api kami matikan. Lalu minyak dipisah dari air rebusan . seletah minyak terpisah,

Tags :
Kategori :

Terkait