DISWAY: Rara Mombasa

Sabtu 02-04-2022,00:00 WIB

Amat Kasela

Setuju, kembalikan tombol \"enter\" di kolom komentar. Bukan hanya pantun, mengetik puisi juga sulit. Sekarang, copy - paste bisa di kolom komentar, sebaiknya tidak, seperti dulu saja

 

Mirza Mirwan

Selama aplikasinya gak jalan, selama itu pula pembaca Disway akan menyusut. Bukan soal harus login lewat google, karena saya yakin semua pembaca zaman aplikasi punya akun google. Yang jadi masalah adalah kolom komentar ini. Formatnya jadul banget. Mau bikin alinea baru, eh, udah terkirim. Kacau! Saya yakin, kebanyakan pengunjung Disway terutama ingin membaca tulisan Pak DI, bukan yang lainnya. Sekiranya aplikasi Disway memang udah nggak dipakai, tolong pembaca diberi tahu. Jadi bisa meng-uninstall. Sampai sekarang, sih, aplikasi tersebut masih belum saya copot.

 

Liam Then

Usul buat Pak DI, koran Disway , bikin insentif swadaya dari pembaca kepada reporter nya ,supaya tambah semangat menulis artikel berkualitas. Misal ada di link dengan google pay, atau dompet digital lainnya.

 

Kebijakan ketat China yah karena memang mereka mampu untuk lockdown,masuk akal karena mungkin pemerintah antisipasi penularan massal yang bisa bikin sistem kesehatan disana rontok. Ketika satu negara punya 1.4 milyar orang didalamnya. Segala opsi benar-benar harus di hitung cermat. Pada penanganan isu-isu penting. Disini kadang bisa nampak perbedaan kualitas birokrasi antar negara. Lompat topik Di Indonesia sibuk G20,sampai Pak Jokowi pake jaket G20 dimana-mana. Pengamatan saya mengikuti istilah anak muda sekarang baper, dipilih sebagai presidensi G20 wah gengsi. Padahal biasa saja. PBB beberapa kali dipimpin bukan ras kaukasoid, barat santai saja, we don\'t give a damn, UN resolution means nothing, we have veto right, kata mereka. Begitu pula mungkin presidensi G20, mungkin para pemimpin barat bakal bilang begini di dalam hati : \"kami tak peduli, SWIFT kami punya kuasa.Kau macam-macam ,punya duit oun kau tak bisa sembarang beli barang kalau kami tak setuju. Sukhoi contohnya. Ujung-ujungnya G20 bagi saya pribadi, hanya pemborosan sumber daya. Lebih baik energi di alihkan ke penanganan stabilitas harga pangan di bulan puasa. Sekali-kali masyarakat di beri perasaan lega kenapa, apa-apa kembali seperti dulu harganya. Jangan Ukraina dan Rusia yang di salahkan melulu. Kalo jadi kebiasaan nanti jangan-jangan Uganda bisa jadi alasan juga. Sekian terima kasih. ini saya komen panjang gegara penasaran mau lihat tampilannya seperti apa. Kalau komen tanpa enter .wkkwkwkwkkw...maap seribu maap ya pembaca komentar.

 

Saya sudah jadi korban tiga kali ,tombol enter

 

*) Diambil dari komentar pembaca http://disway.id

Tags :
Kategori :

Terkait