Utang Asing Sudah Tembus Rp7.014 Triliun, Ini Kata Sri Mulyani

Kamis 14-04-2022,00:00 WIB

JAKARTA - Meski sudah tembus Rp7.000 triliun lebih, utang luar negeri Indonesia masih relatif rendah dibadingkan negara-negara lainnya di dunia, utamanya Asia Tenggara. Pernyataan itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu (13/4).

Hingga saat ini, utang luar negeri Indonesia ini berada di angka Rp7.014 triliun. Angka tersebut setara dengan 40,17 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“Rasio utang kita termasuk relatif rendah, baik diukur dari negara Asean, G20 atau bahkan seluruh dunia,” jelas Sri Mulyani dalam Telekonferensi Pers KSSK.

Namun melihat utang ini, ia mengatakan bahwa pemerintah akan menjaga utang luar negeri tetap terkendali secara hati-hati.

Pasalnya, masalah utang ini juga menjadi persoalan yang serius, seperti yang terjadi pada Sri Lanka yang terlilit utang dan membuat krisis besar-besaran.

“Ini kita jaga hati-hati dan prudent, karena kita juga melihat tekanan seluruh dunia terhadap negara-negara akan meningkat, seperti salah satu negara, Sri Lanka,” ujar Sri Mulyani.

Apalagi saat ini terjadi kondisi yang tidak pasti, seperti masih terjadinya pandemi Covid-19 dan juga konflik antara Rusia-Ukraina yang menyebabkan global supply chain terganggu.

Dengan pengendalian utang luar negeri yang baik, diharapkan Indonesia tidak menjadi negara yang terlilit utang.

 

“Kami akan menjaga dukungan Bank Indonesia kepada kita untuk tahun ini. Dari mengoptimalkan sisi belanja dan pendapatan negara yang saat ini mengalami peningkatan karena komoditas yang meningkat. Ini salah satu positive side (sisi positif),” tutup Menkeu. (jpc/zul)

Tags :
Kategori :

Terkait