Di Jambi Harga Tiket Mulai Naik, Belum Ada Lonjakan Pemudik

Jumat 22-04-2022,00:00 WIB

JAMBI – Dua pekan jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah belum tampak lonjakan pemudik di Terminal Tipe A Alam Barajo, Kota Jambi.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Ibrahim mengatakan, lonjakan penumpang belum terlihat. Dimana angka rata-rata penumpang masih sekitar 100 hingga 150 penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

 Pihaknya memperkirakan lonjakan penumpang akan terjadi pada 29 dan 30 April mendatang. “Ini terlihat para penumpang yang telah memesan tiket ke agen PO,” katanya.

Ia memperkirakan lonjakan pemudik tak signifikan terjadi di terminal. Lantaran adanya mudik gratis yang diberikan perusahaan bagi pegawainya.

Sementara untuk pemeriksaan protokol kesehatan tetap dilakukan pemeriksaan Antigen dan PCR sesuai ketentuan vaksinasi yang telah dilakukan penumpang.

Pantauan Koran ini, di terminal pada siang hari pukul 12.00 WIB hanya terlihat penumpang yang baru datang dari Jawa Timur. Dia menyebut harga tiket dari Jawa Timur ke Jambi juga mengalami kenaikan. “Biasanya Rp 800 ribu, kini sudah Rp 1 jutaan,” ucap Jihan.

Jelang puncak mudik pada akhir April ini, kenaikan harga tiket memang sudah terjadi. Seperti di Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) Jambi tujuan Kerinci mobil jenis Toyota Hiace sudah mengalami kenaikan hingga 25 persen.

Dimana tiket sebelumnya Rp 180 ribu naik menjadi Rp 240 ribu. Salah seorang penjaga loket yang tak mau disebutkan namanya menyebut kenaikan ini normal terjadi tiap tahunnya. Dirinya juga tak dapat membendung kenaikan harga tiket, karena competitor transportasi lainnya juga menaikkan harga. “Dari Jawa sana juga naik maka kita naik juga, ini sudah sejak rabu kemarin naiknya,” terangnya.

Namun, Ia mengakui, tak ada tambahan fasilitas yang didapatkan penumpang atas kenaikan harga ini.

 Sementara itu, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi menyatakan akan melakukan pengawasan pada H-3 jelang lebaran. “Tak boleh ada kenaikan harga tiket untuk semua tujuan,” ucap Plt Kadishub Provinsi Jambi Ismed Wijaya.

Namun, Ia mengakui, belum mengetahui aturan detil terkait kenaikan tarif atas dan bawah berkenaan dengan kenaikan yang tak dapat dibendung di PO jelang lebaran ini. “Nanti akan kita kaji,” pungkasnya. (aba)

Tags :
Kategori :

Terkait