Progres Masuki Tahap Akhir, Jalan Tol Serang–Panimbang Siap Hubungkan Banten Selatan
Gebang Tol Cikulur-DOK BPJT-
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penyelesaian proyek Jalan Tol Serang–Panimbang sepanjang 83,67 kilometer guna memperkuat konektivitas antarwilayah serta memacu pertumbuhan ekonomi di Banten.
Langkah percepatan ini ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek Jalan Tol Serang–Panimbang pada Kamis (29/10/2026).
BACA JUGA:PTPN IV Regional IV Serahkan Bantuan untuk Karyawan Korban Kebakaran Kebun Rimbo Satu
Peninjauan tersebut berfokus pada evaluasi perkembangan konstruksi, kesiapan pengoperasian ruas tol, hingga pengidentifikasian berbagai tantangan di lapangan agar target penyelesaian dapat tercapai secara optimal.
Berdasarkan data progres pembangunan, proyek infrastruktur bebas hambatan ini terbagi dalam tiga seksi utama. Seksi 1 yang menghubungkan Serang hingga Rangkasbitung telah beroperasi penuh dengan progres konstruksi mencapai 100 persen.
Sementara itu, Seksi 2 (Rangkasbitung–Cileles) konstruksinya juga telah rampung 100 persen dan telah selesai melaksanakan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada 30 September hingga 2 Oktober 2026.
Saat ini Seksi 2 tengah berada dalam tahap pemenuhan hasil perbaikan ULFO dengan capaian 68,6 persen yang ditargetkan rampung pada Desember 2026. Untuk Seksi 3 (Cileles–Panimbang), progres pekerjaan fisik di lapangan telah mencatatkan angka 94,45 persen.
Dalam arahannya, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar keberadaan infrastruktur jalan tol ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kawasan sekitar.
BACA JUGA:AC Milan Bungkam Inter 3-1 di San Siro, Amankan Tiga Poin Derby della Madonnina
"Penyelesaian Jalan Tol Serang-Panimbang memerlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari percepatan pengadaan tanah dan penyelesaian pekerjaan, hingga pengembangan kawasan industri, pariwisata, serta pusat pertumbuhan ekonomi di sekitar koridor jalan tol," kata Diana Kusumastuti.
Kehadiran jalan tol ini diyakini akan membuka aksesibilitas menuju berbagai titik strategis di Provinsi Banten, khususnya wilayah Banten Selatan.
Selain memangkas waktu tempuh perjalanan, peningkatan konektivitas ini diharapkan mampu mendorong kelancaran mobilitas masyarakat, memicu efisiensi distribusi logistik, serta membangkitkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor tol. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


