Satu Data, Satu Indonesia: Memperbarui Semangat Kebangsaan di Era Digital
Dr.M.Lucky Akbar, S.Sos, M.Si--
Oleh: Dr.M.Lucky Akbar, S.Sos, M.Si
Kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, kualitas sumber daya manusia, atau penguasaan teknologi. Lebih jauh, kemajuan suatu bangsa juga bergantung pada kemampuan mengelola pengetahuan secara terpadu agar setiap keputusan mencerminkan kebutuhan masyarakat. Dalam pemerintahan modern, salah satu sumber pengetahuan itu adalah data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
BACA JUGA:Bupati M. Syukur Ingatkan Pemuda Merangin Jauhi Narkoba di Peringatan Hari Sumpah Pemuda
Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam membangun tata kelola data. Sebagai negara kepulauan dengan kondisi sosial, ekonomi, dan geografis yang beragam, Indonesia membutuhkan informasi yang menggambarkan keadaan nasional secara utuh sekaligus mempertimbangkan kebutuhan spesifik tiap daerah. Namun, data dari berbagai instansi belum tentu menggunakan standar, definisi, dan mekanisme pemutakhiran yang sama. Akibatnya, informasi yang seharusnya saling melengkapi kadang sulit disandingkan.
Pengesahan Undang-Undang (UU) tentang Satu Data Indonesia pada Bulan Oktober 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi tata kelola tersebut. Sebelumnya, penyelenggaraan Satu Data Indonesia telah memiliki landasan melalui Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019. Penguatan di tingkat undang-undang mencerminkan kebutuhan untuk menempatkan data sebagai infrastruktur strategis pembangunan nasional, bukan sekadar urusan administratif tiap kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah.
BACA JUGA: Daihatsu Terios Hadirkan Kombinasi Performa, Fitur Lengkap, dan Kapasitas Lapang
Dalam momentum ini, peringatan Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober memberi ruang refleksi yang relevan. Pada tahun 1928 silam, para pemuda menyadari bahwa perbedaan latar belakang tidak menghalangi terbentuknya identitas kebangsaan. Kini, dalam konteks yang berbeda, Indonesia menghadapi kebutuhan serupa: menyelaraskan beragam informasi agar seluruh unsur pemerintahan memiliki pemahaman yang lebih utuh tentang kondisi bangsa.
Tujuannya bukan menyeragamkan semua data atau menghapus karakteristik daerah, melainkan membangun kesepahaman melalui standar, referensi, dan mekanisme pertukaran data yang dapat diandalkan. Jika Sumpah Pemuda menyatukan tekad kebangsaan, Satu Data Indonesia berupaya menyatukan dasar informasi untuk merumuskan kebijakan bagi bangsa.
Menyatukan Informasi
Penggunaan data semakin strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan di era digital saat ini. Perencanaan pembangunan, penganggaran, pelayanan publik, pengawasan, dan evaluasi kinerja membutuhkan informasi yang transparan dan dapat diakses secara terbuka oleh para pemangku kepentingan. Tanpa adanya data yang valid dan berkualitas, pemerintah juga akan berisiko menyusun kebijakan berdasarkan gambaran yang tidak utuh atau mengambil keputusan yang kurang sesuai dengan persoalan sebenarnya.
BACA JUGA:Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung Diperbaiki, HK Juga Tambah Akses Mataram Jaya
Ketidaksinkronan data bukan sekadar persoalan teknis sistem informasi. Dampaknya dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Data penerima bantuan sosial yang tidak mutakhir, misalnya, dapat mempengaruhi ketepatan sasaran program. Informasi potensi ekonomi daerah yang tidak terhubung dapat menghambat penentuan prioritas investasi dan pembangunan infrastruktur. Perbedaan data antarinstansi juga dapat menyulitkan evaluasi efektivitas belanja negara.
Kualitas data makin penting dalam kebijakan fiskal, karena pemerintah perlu memastikan setiap rupiah anggaran memberi manfaat optimal. Informasi terpadu dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, memetakan potensi penerimaan negara, mengukur efektivitas program, dan meningkatkan kualitas pengawasan. Integrasi data, dengan demikian, bukan hanya membuat birokrasi lebih efisien, tetapi juga memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
BACA JUGA:Hilux Rangga, Avanza, atau Calya Bekas: Mana Mobil Operasional yang Paling Pas untuk Usaha Anda?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


