Sigap Ala OJK Siasati Ekonomi saat Kabut Asap
Sigap Ala OJK Siasati Ekonomi saat Kabut Asap--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Kabut asap yang terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia termasuk di Provinsi Jambi, ikut mempengaruhi dampak perekonomian. Pemerintah Provinsi Jambi hingga tingkat Pemerintah Kabupaten/Kota yang terdampak kabut asap pun berupaya agar perekonomian tetap berjalan. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya mengungkapkan, langkah OJK dan IJK untuk menjaga ekonomi masyarakat, yang bersinergi dengan Pemda.
“Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Industri Jasa Keuangan (IJK), secara konsisten berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperkuat dan menjaga perekonomian masyarakat,” kata Yan Iswara, Jum’at (23/10).
BACA JUGA:Dinas Ketahanan Pangan Jambi Siapkan Bantuan Beras untuk 200 Desa Rentan Pangan
Dikatakannya, sinergi ini diwujudkan dalam mendukung program pemerintah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui beberapa program antara lain, Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR). Kedua, menyediakan skema pembiayaan berbiaya rendah, dengan proses cepat bagi pelaku usaha mikro, guna melepaskan masyarakat dari jerat rentenir dan pinjaman ilegal.
BACA JUGA:Gubernur Al Haris Salurkan 250 Paket Sembako dan Masker untuk Ojol Terdampak Kabut Asap
“Kedua, Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dengan menyelenggarakan edukasi dan fasilitasi pembukaan rekening tabungan bagi pelajar sejak dini, guna meningkatkan literasi keuangan,” terangnya.
Ketiga, Product Matching, berupa dengan melakukan fasilitasi dan intermediasi penyaluran kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk mengakomodasi percepatan akses pembiayaan melalui lembaga jasa keuangan formal, dengan fokus antara lain pada komoditas unggulan daerah,” urainya.
Ketiga, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan menyediakan kredit atau pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu, badan usaha, dan/atau kelompok usaha yang produktif serta layak, namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahannya belum cukup. Keempat, dengan melakukan Edukasi Keuangan yakni mengadakan sosialisasi hingga tingkat desa dan kecamatan (seperti melalui program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif atau Desa EKI, red), untuk membekali masyarakat dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang aman.
“Dan Kelima, Pemberantasan Pinjaman Online Ilegal dan Investasi Bodong berupa Bekerjasama melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas KeuanganIlegal (Satgas PASTI) di daerah, untuk melindungi masyarakat dari kejahatan financial,” urainya.
Sementara, Pengamat Ekonomi yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi, Prof. Dr. Hj. Shofia Amin, S.E.,M.Si menambahkan, dampak kabut asap yang terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia termasuk di Provinsi Jambi, yang plaing nyata terlihat adalah penerbangan banyak yang ditunda, belum lagi masyarakat yang telah memesan hotel akibat penundaaan penerbangan juga terpaksa menunda booking hotel.
“Pedagang UMKM pun ikut terdampak, karena orang jadi malas keluar untuk membeli jajanan, akibat malas keluar jualan yang biasa kita beli juga berkurang, karena si pembeli berfikir jajanan tersebut sudah terpapar asap,” beber Prof. Dr. Hj. Shofia Amin, S.E.,M.Si.
Adanya kabut asap ini, yang terdampak bukan saja pedagang besar namun juga terhadap pedagang kecil, termasuk kepada diri sendiri terjadi pengurangan aktifitas diluar ruangan. Dampak asap yang terjdi untuk pemikiran awal masyarakat adalah terdampak terhadap kesehatan masyarakat itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


