Waspada Risiko Menikung di Jalan Tol, Kenali Bahaya Oversteer dan Understeer
Waspada Risiko Menikung di Jalan Tol, Kenali Bahaya Oversteer dan Understeer-DOK BPJT-
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengimbau para pengguna jalan untuk selalu menjaga kecepatan dan mengendalikan kendaraan saat melintasi tikungan di jalan tol.
Menjaga fokus serta mengurangi kecepatan sebelum memasuki area tikungan menjadi langkah krusial guna menghindari risiko kecelakaan fatal akibat hilangnya daya cengkeram ban.
BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Gandeng Kemendag Cari Pasar Baru Ekspor Sawit RI
Hilangnya traksi atau daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan tol saat melaju di tikungan dapat memicu dua kondisi berbahaya, yakni oversteer dan understeer.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kendaraan yang memacu kecepatan terlalu tinggi melebihi batas traksi ban, serta melintasi permukaan jalan yang basah, licin, atau berpasir.
Kondisi oversteer terjadi ketika ban belakang kehilangan daya cengkeram lebih dulu, sehingga bagian belakang kendaraan bergeser ke arah luar tikungan.
Akibatnya, mobil terasa berputar ke arah dalam tikungan dan berisiko mengalami spin hingga terbalik jika pengemudi tidak mampu mengendalikannya dengan benar.
Untuk mengantisipasi bahaya oversteer, pengemudi disarankan untuk mengendalikan kemudi secara halus sesuai respons kendaraan, mengurangi injakan pedal gas secara bertahap, serta menghindari gerakan kemudi dan pengereman mendadak.
BACA JUGA:Respons Laporan Mentan Amran, Bareskrim Polri Terjunkan Tim Usut Mafia Pangan
Sementara itu, understeer merupakan situasi di mana ban depan kehilangan daya cengkeram terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan kendaraan tidak dapat berbelok setajam yang diinginkan dan cenderung bergerak meluncur lurus ke sisi luar tikungan meskipun roda kemudi sudah diputar. Risiko ini sangat rentan timbul jika mobil memasuki tikungan dalam kecepatan terlalu tinggi.
Guna menangani situasi understeer, pengemudi diimbau untuk segera mengurangi laju kendaraan dengan mengurangi injakan gas secara bertahap.
Pengemudi diingatkan agar tidak menambah putaran kemudi secara berlebihan dan menghindari pengereman mendadak agar kendaraan dapat kembali meraih traksi optimal.
BACA JUGA:Como 1907 Bantai Manchester United 4-1, Nico Paz Tampil Gemilang di Liga Champions
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




