Wabup Katamso Minta Intervensi Stunting Diprioritaskan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Wabup Katamso Minta Intervensi Stunting Diprioritaskan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Wabup Katamso Minta Intervensi Stunting Diprioritaskan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan--

KUALA TUNGKAL, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., meminta intervensi penanganan stunting diprioritaskan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi TP3S sekaligus Publikasi Data Stunting Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2026 di Aula Dinas Kesehatan, Rabu (21/10/2026).

BACA JUGA:Como 1907 Bantai Manchester United 4-1, Nico Paz Tampil Gemilang di Liga Champions

Dalam arahannya, Wabup Katamso menyampaikan bahwa periode 1.000 HPK mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun merupakan kunci utama dalam pencegahan stunting yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan kehadiran balita di posyandu agar pemantauan tumbuh kembang dapat berjalan maksimal.

"Sektor kesehatan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama lintas sektor, bukan hanya dari tenaga kesehatan, untuk mengoptimalkan kehadiran balita di posyandu agar pemantauan tumbuh kembang dapat berjalan maksimal," ujar Wabup.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Dharmasraya Turun, Tertinggi Rp3.695/Kg, Berikut Rincian Harga TBS 21 Oktober 2026

Secara khusus, Wabup Katamso menyoroti pentingnya intervensi cepat pada balita yang mengalami permasalahan gizi, terutama balita dengan status tidak naik berat badannya. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial guna mencegah terjadinya masalah gizi yang lebih berat pada tumbuh kembang anak.

Terkait akuntabilitas dan pemantauan program, Pemkab Tanjung Jabung Barat mewajibkan seluruh pencatatan data balita bermasalah gizi serta realisasi Program Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil terinput secara akurat ke dalam aplikasi Sigizi Kesga. Selain itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait diinstruksikan untuk memaksimalkan pengisian indikator pada web aplikasi Bangda guna memastikan perencanaan dan evaluasi program berjalan berbasis data terpadu.

BACA JUGA:14 Peserta Bersaing Rebut Tiga Kursi Eselon II Tanjabtim, Seleksi Masuk Tahap Wawancara dan Assessment

Berdasarkan publikasi data dalam rakor tersebut, tercatat 309 kasus baru stunting (52,46%) terpusat di Kecamatan Batang Asam dan Tungkal Ilir. Selain itu, tantangan sanitasi layak juga masih ditemukan di 54 RT di Kecamatan Senyerang, 10 RT di Kecamatan Kuala Betara, dan 41 RT di Kecamatan Tungkal Ilir.

Melalui konsolidasi ini, Wabup Katamso berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak secara terintegrasi dan disiplin data agar angka stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus mengalami penurunan secara berkelanjutan.

Acara rakor ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Kadis Kesehatan, Kepala Bapperida, Kadis P3AP2KB, Kadis PMD, para Camat, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, serta perwakilan PKK Kabupaten.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait