Pahami 3 Jenis Perbaikan Jalan Tol, dari Patching Hingga Rekonstruksi Perkerasan
Pahami 3 Jenis Perbaikan Jalan Tol, dari Patching Hingga Rekonstruksi Perkerasan-DOK BPJT-
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Perbaikan jalan tol terus dilakukan secara berkala oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur jalan tol (BPJT) untuk menjaga kualitas dan kenyamanan berkendara para pengguna jalan.
Penanganan kerusakan perkerasan jalan tol tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan disesuaikan dengan tingkat kerusakan serta kondisi struktur jalan demi mendukung perjalanan masyarakat yang aman, nyaman, dan lancar di seluruh segmen jalan tol Indonesia.
BACA JUGA:Mitsubishi Destinator Hadirkan Deretan Fitur Canggih yang Ramah Pengendara Wanita
Metode perbaikan pertama yang sering diterapkan adalah Patching atau penambalan.
Metode ini digunakan untuk menangani kerusakan lokal pada permukaan jalan, seperti jalan berlubang atau lapisan aspal yang terkelupas.
Tujuan utama dari pekerjaan patching ini adalah menutup dan memperbaiki titik-titik kerusakan kecil agar permukaan perkerasan dapat kembali berfungsi optimal serta mencegah kerusakan meluas ke area sekitarnya.
BACA JUGA:Rayakan Bulan Inklusi Keuangan, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Pahlawan Literasi dan Inklusi
Apabila kerusakan atau ketidakrataan terjadi pada area yang lebih luas namun struktur bagian bawahnya masih tergolong layak, metode yang digunakan adalah Scraping, Filling & Overlay (SFO).
Proses ini diawali dengan pengerukan lapisan aspal yang rusak (scraping), dilanjutkan dengan pengisian serta perbaikan lapisan sesuai kebutuhan teknis (filling), hingga penutupan kembali menggunakan lapisan aspal baru (overlay).
Penanganan SFO bertujuan untuk memulihkan kerataan serta meningkatkan kualitas permukaan perkerasan jalan tol.
BACA JUGA:PELATARAN Jadi Solusi Warga Urus Layanan Pertanahan di Akhir Pekan
Sementara itu, untuk tingkat kerusakan berat yang telah mencapai lapisan struktural seperti pondasi yang melemah atau terjadi penurunan jalan yang serius, pengelola akan menerapkan metode Rekonstruksi Perkerasan.
Metode penanganan menyeluruh ini dilakukan melalui pembongkaran total pada bagian perkerasan yang rusak dan dilanjutkan dengan pembangunan kembali lapisan sesuai standar spesifikasi teknis.
BACA JUGA:Gencarkan Gerakan Gempar Door to Door, Lavita Syukur Turun Langsung Edukasi Warga Pulau Kemang
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




