Basarnas Jambi Gandeng Brimob Gelar Workshop Evakuasi Terjebak dan Limbah B3
Basarnas Jambi Gandeng Brimob Gelar Workshop Evakuasi Terjebak dan Limbah B3-Ist-
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi menggelar Workshop Teknik Evakuasi Korban yang Terjebak Dalam Kendaraan dan Limbah B3 yang Tertumpah di Mako Brimob Polda Jambi, Rabu 15 Oktober 2026.
Workshop ini dilaksanakan bekerja sama dengan Brimob Polda Jambi dan diikuti personel TNI AD, Polri dan potensi SAR lainnya. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergisitas antar potensi SAR di Jambi.
BACA JUGA:Rapat Terbuka Senat STIKES Harapan Ibu Jambi dalam Rangka Wisuda XXXIV Gelombang II
Kepala Basarnas Jambi, Sudarsa mengatakan, kegiatan ini digelar untuk membangun kerja sama yang baik dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan.
"Dalam membangun kerja sama yang baik dalam penanganan setiap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan itu harapan kami," ujarnya.
BACA JUGA:Hujani Gawang Man City Empat Gol, PSG Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan di Liga Champions
Dijelaskan Sudarsa, materi yang diberikan adalah teknik evakuasi korban terjebak di dalam kendaraan dan penanganan limbah B3, mengingat Jambi sudah memiliki jalan tol yang rawan kecelakaan.
"Kita mengambil latihan ini yaitu kecelakaan kendaraan yang membutuhkan penanganan khusus yaitu salah satu masih tugas pokok kita juga. Apalagi di Jambi ini sudah ada jalan tol ya," katanya.
Sudarsa mengungkapkan, selama dua tahun terakhir Basarnas Jambi tanpa menggelar pelatihan potensi SAR karena efisiensi anggaran.
"Sudah dua tahun ini Jambi ini termasuk vakum untuk kegiatan pengembangan potensi atau pelatihan potensi untuk membina potensi SAR yang ada karena dengan efisiensi," ucapnya.
Sudarsa menambahkan, melalui workshop ini pihaknya juga memetakan kekuatan potensi SAR yang ada, termasuk kemampuan Brimob dalam penanganan bahan berbahaya.
"Dengan kalibrasi kita juga memetakan kekuatan-kekuatan yang ada seperti dari Brimob mereka memiliki pengetahuan tentang berbahaya. Dengan pemetaan ini kita berharap ke depannya kalaupun ada operasi SAR kita sudah bisa tahu mana yang bisa untuk membantu," katanya.
Menurutnya, operasi pencarian dan pertolongan tidak bisa dilakukan sendiri dan membutuhkan dukungan semua pihak.
"Dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan tidak bisa sendiri tapi harus di-support ataupun didukung dengan potensi SAR baik itu dari TNI, Polri maupun dari potensi SAR lainnya," pungkasnya.(mg4)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




