Ulil Amri Minta Disdikbud Awasi Sekolah Daring
Anggota DPRD Muaro Jambi, Ulil Amri--
MUARO JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Kondisi kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi hingga saat ini kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi dari Fraksi PAN, Ulil Amri.
Ia meminta pemerintah daerah tidak mengambil risiko dengan memaksakan pembelajaran tatap muka ketika kualitas udara sudah membahayakan kesehatan siswa dan guru.
BACA JUGA:Aspirasi Masyarakat Hasil Reses Dibawa ke Paripurna DPRD Muaro Jambi
Menurut Ulil, pembelajaran daring dapat menjadi solusi ketika kondisi udara tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar secara langsung.
Namun, pelaksanaannya harus benarbenar menjadi proses pembelajaran, bukan sekadar memindahkan tugas sekolah ke rumah.
BACA JUGA:Jalan Tol Trans Sumatera Dipercepat, Kementerian PU Fokus Buat Tata Kelola Lebih Solid
“Kalau ISPU berada di level yang tidak memungkinkan atau sudah berbahaya untuk tatap muka, sekolah daring harus dilaksanakan. Tetapi dengan catatan, pelaksanaannya harus benar-benar maksimal. Jangan hanya sekadar memberikan pekerjaan rumah atau PR kepada siswa,” kata Ulil.
Ia menilai masih ada sekolah negeri di Muaro Jambi yang pelaksanaan pembelajaran Daringnya hanya sebatas memberikan tugas kepada siswa. “Kalau saya lihat, sekolah negeri khusus di Muaro Jambi kebanyakan hanya memberikan pekerjaan rumah. Saya minta pelaksanaan daringnya memang benar-benar jalan. Jangan hanya PR, PR saja,” tegasnya.
Ulil juga meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muaro Jambi turun langsung ke lapangan untuk memastikan pembelajaran daring benar-benar dilaksanakan oleh sekolah. Menurut dia, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan melalui laporan administratif dari sekolah. Dinas perlu memastikan guru tetap menjalankan kewajibannya memberikan pembelajaran kepada siswa selama kebijakan belajar dari rumah diterapkan.
“Saya minta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan turun langsung ke lapangan. Cek sekolahsekolah, kontrol guru-gurunya, apakah benar-benar melaksanakan pembelajaran daring atau hanya memberikan PR kepada siswa,” ujar Ulil. Ia mengatakan, kondisi kabut asap dan tingginya kadar PM2.5 tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi kualitas pendidikan. Sebaliknya, pembelajaran harus tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi dan menggunakan metode yang memungkinkan siswa tetap mendapatkan materi dari guru.
“Jangan sampai sekolah daring ini hanya formalitas. Anak-anak memang berada di rumah untuk menghindari paparan udara berbahaya, tetapi hak mereka untuk mendapatkan pembelajaran tetap harus dipenuhi,” katanya.
Ulil juga meminta pengawasan dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan guru memberikan materi, berkomunikasi dengan siswa, memberikan kesempatan bertanya, serta melakukan evaluasi terhadap proses belajar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




