Asap Karhutla Picu 2.882 Kasus ISPA di Muaro Jambi
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali--
MUARO JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi mulai dirasakan masyarakat. Selain mengancam lingkungan, kondisi kemarau dan paparan asap turut meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi mencatat sebanyak 3.223 kasus penyakit selama periode 10 Agustus hingga 18 September 2026. Dari jumlah tersebut, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi yang paling dominan dengan 2.882 kasus atau mencapai 89,4 persen.
BACA JUGA:Lengkap dengan Toyota Safety Sense, New Vios Hybrid EV Siap Jadi Sedan Paling Aman di Kelasnya
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi Aang Hambali mengatakan, selain ISPA, pihaknya juga menemukan kasus diare dan conjunctivitis atau gangguan pada mata.
“Total kasus yang terpantau ada 3.223 kasus. Rinciannya, 2.882 kasus ISPA, 277 kasus diare, dan 64 kasus conjunctivitis,” kata Aang, Sabtu (19/9).
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Dharmasraya 22 September 2026, Tertinggi Rp 4.042/Kg, Brondolan Rp 3.950/Kg
Menurut dia, seluruh kasus tersebut tersebar di 23 Puskesmas yang ada di Kabupaten Muaro Jambi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena musim kemarau dan potensi paparan asap akibat karhutla dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
“ISPA menjadi kasus yang paling banyak kita temukan. Ini menjadi perhatian kita, terutama dalam kondisi kemarau dan adanya potensi paparan asap akibat karhutla,” ujarnya.
Aang menyebutkan, terdapat lima Puskesmas dengan jumlah sebaran kasus tertinggi, yakni Puskesmas Simpang Sungai Duren, Tanjung, Penyengat Olak, Sengeti, dan Kebon IX.
Lima wilayah layanan kesehatan tersebut menyumbang sekitar 44,5 persen dari total kasus yang tercatat selama masa pemantauan.
Dinas Kesehatan, kata Aang, terus melakukan pemantauan perkembangan kasus di seluruh wilayah. Data dari masing-masing Puskesmas menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
BACA JUGA:Grand Filano Classy Artsy Challenge 2026 Sukses Wadahi Kreativitas Ratusan Anak Muda Berkarya
“Kita terus melihat perkembangan kasusnya, termasuk wilayah mana yang mengalami peningkatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




