JAMBI EKSPRES EPAPER

Pemanfaatan Model Pendidikan Kesehatan : Health Believe Model

Pemanfaatan Model Pendidikan Kesehatan : Health Believe Model

Foto bersama--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Salah satu komplikasi akut yang perlu mendapat perhatian pada penderita Diabetes Mellitus (DM) adalah hipoglikemia, karena dapat menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian apabila tidak dikenali dan ditangani dengan tepat.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan oleh Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Jambi Jurusan Keperawatan, yang beranggotakan Mursidah Dewi, SKM., S.Tr, Kep., M.Kep., Dr. Netha Damayantie, Ns., M.Kep dan Dr, Rusmimpong, S.Pd., S.Tr, Kep., M.Kes, bertujuan meningkatkan pengetahuan penyandang DM dalam pencegahan hipoglikemia, meningkatkan kemampuan keluarga sebagai support system dalam perawatan dan pencegahan hipoglikemia, serta meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan edukasi berbasis Health Belief Model. Sasaran kegiatan terdiri atas 15 orang kader, 15 orang penyandang DM, dan 15 orang anggota keluarga penyandang DM, sehingga keseluruhan peserta berjumlah 45 orang.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh kelompok sasaran.

BACA JUGA:Fokus Keamanan Nasabah Sesuai Standar BI, Pembenahan Layanan Mobile Banking Bank Jambi Terus Dikebut

“Rerata pengetahuan kader meningkat dari 67% sebelum edukasi menjadi 88% setelah edukasi. Pada penyandang DM, rerata skor pengetahuan meningkat dari 7,20 menjadi 9,07, dengan peningkatan sebesar 1,87 poin atau 18,7%. Pengetahuan keluarga juga mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi, yang menunjukkan semakin baiknya kemampuan keluarga dalam mendukung penyandang DM melakukan pencegahan dan penanganan awal hipoglikemia,” Mursidah Dewi, SKM., S.Tr, Kep., M.Kep, Selasa (15/9).

Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan menghasilkan peningkatan keterampilan kader dalam memberikan edukasi kepada penyandang DM dan keluarga melalui praktik edukasi kelompok sebaya dan pendampingan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat keterlibatan kader, keluarga, penyandang DM, Puskesmas Penyengat Olak, dan pemerintah desa dalam upaya promotif dan preventif pengelolaan Diabetes Mellitus berbasis masyarakat.

BACA JUGA:Launching Jambi IP Clinic, Kanwil Kemenkum Jambi Dekatkan Layanan KI kepada Masyarakat

Secara keseluruhan, pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berbasis Health Belief Model dapat digunakan sebagai pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader, penyandang DM, serta keluarga dalam pencegahan hipoglikemia.

“Keberlanjutan kegiatan diharapkan dapat dilakukan melalui penguatan peran kader dan keluarga serta integrasi edukasi pencegahan hipoglikemia ke dalam kegiatan pelayanan penyakit tidak menular di Puskesmas dan kegiatan kesehatan berbasis masyarakat di Desa Penyengat Olak,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait