Gubernur Al Haris Tegaskan Larangan Bakar Lahan, Pemprov Siapkan Program Subsidi Alat dan Bibit

Gubernur Al Haris Tegaskan Larangan Bakar Lahan, Pemprov Siapkan Program Subsidi Alat dan Bibit

Gubernur Al Haris Tegaskan Larangan Bakar Lahan, Pemprov Siapkan Program Subsidi Alat dan Bibit-Ist-

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Gubernur Jambi Al Haris menegaskan kembali larangan keras bagi masyarakat maupun korporasi untuk membuka lahan dengan cara dibakar. Penegakan aturan ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2015, Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2016, serta Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jambi Nomor 2 Tahun 2016.

BACA JUGA:Ranking Harga TBS 22 Provinsi: Sumut Tertinggi, Jambi Kokoh di Peringkat 4 Nasional, Ini Daftarnya

Hal tersebut disampaikan Al Haris usai menghadiri rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kemendagri, Kemen LH, TNI, Polri, BPN, BNPB, bersama Perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU). 

BACA JUGA:Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek di Kerinci Berganti, Ini Pesan Kapolres Saat Sertijab

"Pak Menko dan seluruh jajaran mengharapkan keseriusan pemerintah daerah dan Satgas TNI-Polri untuk lebih fokus menangani karhutla. Sudah ada harga mati, tidak ada lagi masyarakat yang membuka lahan dengan cara dibakar," tegas Al Haris.

Sebagai solusi alternatif, Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan program Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Melalui program ini, masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani akan diberikan bantuan berupa subsidi alat berat dan bibit tanaman.

"Kita bantu alat dan subsidi bibit supaya tidak ada alasan lagi membuka lahan dengan membakar. Pola dan mindset lama ini harus kita ubah ke cara yang lebih modern agar tidak merusak lingkungan, membahayakan kesehatan, dan mengganggu keselamatan warga," sebutnya.

Al Haris juga menegaskan bahwa penegakan hukum (gakkum) akan dilakukan secara tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti sengaja membakar lahan, baik perorangan maupun perusahaan. Menurutnya, upaya pemadaman karhutla selama ini telah menghabiskan anggaran, tenaga, dan sumber daya yang sangat besar dari aparat TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, hingga masyarakat peduli api.

Terkait kondisi di lapangan, Al Haris mengungkapkan bahwa titik api di wilayah Provinsi Jambi saat ini sudah jauh berkurang. Dari seluruh wilayah, tersisa dua titik api yang masih dalam proses pemadaman aktif.

"Hari ini titik api tinggal dua lagi yang dalam proses pemadaman, yaitu di Serdang Jaya (Tanjabbar) dan VII Koto (Tebo). Yang lainnya sudah dalam kondisi pendinginan," jelasnya.

Untuk mempercepat pemadaman dan pencegahan karhutla, Pemprov Jambi juga berencana kembali menyiagakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan mulai tanggal 10 mendatang sembari menunggu potensi awan hujan. (aan/mg3)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait