Forkopimda Kota Jambi Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Geng Motor, Karhutla dan Krisis Air
Forkopimda Kota Jambi Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Geng Motor, Karhutla dan Krisis Air-Ist-
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Kota Jambi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi tiga persoalan strategis yang berpotensi mengganggu keamanan, kesehatan masyarakat dan pelayanan publik.
Ketiganya yakni aktivitas berandalan bermotor, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penurunan debit Sungai Batanghari yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda yang dipimpin Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (24/8).
Rakor dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang, Kepala Kejaksaan Negeri Jambi Dr. Kamin, Dandim 0415/Jambi Letkol Inf Putra Negara, Dandenpom II/2 Jambi Letkol Cpm Deka Piro Sandira, Sekda Kota Jambi A. Ridwan serta jajaran perangkat daerah dan unsur masyarakat.
Maulana mengatakan, berbagai persoalan tersebut harus diantisipasi sejak dini melalui koordinasi lintas sektor. Pemerintah tidak ingin penanganan dilakukan setelah persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
“Menyikapi sejumlah persoalan tersebut, kita akan meningkatkan status siaga untuk mengantisipasi beberapa permasalahan tadi,” ujar Maulana.
Berandalan Bermotor Jadi Perhatian
Aktivitas berandalan bermotor menjadi salah satu perhatian serius dalam rakor. Pemkot Jambi bersama aparat penegak hukum akan memperkuat pencegahan, pengawasan dan penindakan.
Pemkot juga menyiapkan pemberlakuan jam malam sebagai salah satu langkah membatasi aktivitas anak-anak dan remaja pada waktu yang dinilai rawan.
Maulana meminta orang tua tidak menyerahkan sepenuhnya pengawasan anak kepada pemerintah maupun aparat.
“Dengan maraknya aktivitas berandalan bermotor, kita akan memberlakukan jam malam. Kita juga mengharapkan peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak,” katanya.
Berdasarkan data Polresta Jambi yang disampaikan dalam rakor, aktivitas berandalan bermotor telah terpapar di 12 sekolah jenjang SMA dan 14 sekolah jenjang SMP di Kota Jambi.
Data tersebut menjadi perhatian bersama untuk memperkuat pengawasan di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Karhutla dan Kebakaran Permukiman Diantisipasi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




