MITSUBISHI JANUARI 2026

OJK Dorong Program Akselerasi Startup Digital Mendorong Ekonomi Nasional

OJK Dorong Program Akselerasi Startup Digital Mendorong Ekonomi Nasional

OJK Dorong Program Akselerasi Startup Digital Mendorong Ekonomi Nasional--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengupayakan pengembangan program akselerasi perusahaan rintisan (startup) guna mendorong lahirnya inovasi sektor keuangan yang terpercaya, berkelanjutan, dan berdaya saing global, sekaligus mempercepat pengembangan ekonomi digital nasional.

Langkah strategis ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Accelerating the Next Generation of Innovators” di Pusat Inovasi OJK (OJK Infinity), Jakarta.

BACA JUGA:Dari Billiard hingga Kopi Jambi Ada di Terminal Jambi, Kadis Kominfo Ariansyah : Terminal Alam Barajo

Adi menegaskan bahwa OJK mendorong pengembangan startup yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis semata, melainkan juga mampu menciptakan nilai tambah nyata bagi masyarakat serta perekonomian nasional melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat.

Dalam pandangannya, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pemain utama ekonomi digital global berkat pasar domestik yang luas, talenta kreatif, dan ekosistem yang terus berkembang. Namun, kunci utama dari keberhasilan tersebut tetap berpatokan pada tingkat kepercayaan publik terhadap teknologi yang dihadirkan.

BACA JUGA:Kemenhub Apresiasi BPTD Jambi Bangun Terminal 'Mixed-Use', Kini Dilengkapi Area Billiard

“OJK ingin Indonesia menjadi center of excellence untuk digital finance dan digital economy. Untuk mencapainya, kita harus membangun kolaborasi yang kuat antara regulator, industri, pemerintah, akademisi, investor, dan para inovator dalam satu ekosistem yang mampu menciptakan nilai bagi perekonomian nasional,” kata Adi. Ia menekankan pentingnya fondasi tersebut dengan menambahkan, “Dalam ekonomi digital, trust is the ultimate currency. Karena itu, inovasi tidak cukup hanya unggul secara teknologi, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan masyarakat.”

BACA JUGA:Tirta Mayang Bidik Investor di SID 2026, Tawarkan Proyek Strategis Air Minum

Peran aktif OJK dalam membangun ekosistem ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 4 tahun 2026. Melalui regulasi tersebut, OJK tidak hanya menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, dan perlindungan konsumen, melainkan turut mengambil peran aktif mendorong pengembangan sektor jasa keuangan agar berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:Kemas Faried Perluas Perlindungan Pekerja, Ahli Waris Terima Santunan Rp 42 Juta

Dukungan terhadap langkah OJK ini juga datang dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa adaptasi teknologi merupakan prasyarat mutlak untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa.

“Kalau kita ingin maju, kita tidak punya pilihan selain melakukan transformasi dan beradaptasi dengan teknologi baru. Ke depan, ekonomi akan semakin digerakkan oleh pertukaran data, sehingga teknologi digital menjadi fondasi penting bagi daya saing Indonesia,” ujar Edwin.

BACA JUGA:Kebut Arahan Presiden, Kementan Targetkan Swasembada Gula Nasional Rampung Dua Tahun

Sebagai implementasi konkret, OJK melalui OJK Infinity menyelenggarakan dua program akselerasi utama pada 2026 yang masuk dalam innovation pipeline, mulai dari tahap ideation, pendampingan, regulatory sandbox, hingga implementasi. Program pertama, OJK Fintech Startup Accelerator yang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, berfokus pada inovasi teknologi sektor keuangan seperti artificial intelligence, fraud detection, embedded finance, tokenisasi aset dunia nyata, platform koperasi digital, hingga solusi Environmental, Social, and Governance (ESG).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait