Juara Dunia Tidak Dibangun dalam 90 Menit, tetapi dalam Puluhan Tahun
Prof. Dr. Haryadi, SE, M.MS--
Pelajaran Ekonomi dari Kemenangan Spanyol
Oleh: Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.
Final Piala Dunia 2026 telah usai. Spanyol menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1–0 dan kembali mengangkat trofi paling bergengsi dalam sepak bola dunia. Bagi sebagian orang, kemenangan itu mungkin hanya ditentukan oleh satu gol, satu peluang, atau satu pertandingan yang berlangsung lebih dari 90 menit.
Namun, bagi seorang ekonom, final tersebut menyampaikan pesan yang jauh lebih dalam: keberhasilan tidak pernah lahir secara instan. Ia merupakan akumulasi investasi, pembelajaran, inovasi, dan konsistensi yang dibangun selama bertahun-tahun.
Tidak ada negara yang tiba-tiba menjadi juara dunia. Demikian pula, tidak ada bangsa yang mendadak menjadi negara maju.
BACA JUGA:Rodri Raih Golden Ball Piala Dunia 2026 Usai Antar Spanyol Bawa Pulang Trofi Juara
Inilah analogi paling menarik antara sepak bola dan ekonomi pembangunan.
Dalam teori ekonomi modern, keberhasilan suatu negara tidak lagi ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam atau besarnya jumlah penduduk. Banyak negara kaya sumber daya justru mengalami stagnasi, sementara negara yang miskin sumber daya mampu menjadi pusat pertumbuhan dunia. Perbedaannya terletak pada kualitas institusi, investasi pada sumber daya manusia, kemampuan berinovasi, produktivitas, dan konsistensi kebijakan. Faktor-faktor tersebut merupakan fondasi utama daya saing nasional.
BACA JUGA:Tampil Genius Sepanjang Turnamen, Unai Simon Sabet Penghargaan Sarung Tangan Emas Piala Dunia 2026
Spanyol memberikan contoh nyata mengenai prinsip tersebut.
Selama lebih dari dua dekade, negara itu membangun ekosistem sepak bola secara sistematis. Mereka tidak hanya melatih pemain berbakat, tetapi juga memperkuat akademi usia dini, meningkatkan kualitas pelatih, mengembangkan ilmu sport science, memanfaatkan analisis data, memperbaiki kompetisi, dan menjaga kesinambungan filosofi permainan dari level junior hingga tim nasional. Semua itu merupakan bentuk investasi jangka panjang yang hasilnya baru dapat dipetik bertahun-tahun kemudian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





