Merangin Dorong Perkuat Program B-50 demi Kemandirian Energi
Merangin Dorong Perkuat Program B-50 demi Kemandirian Energi--
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin berkomitmen mendorong perkuatan program B-50 (campuran 50 persen minyak nabati sawit dengan 50 persen minyak solar).
Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan jumlah devisa negara sekaligus menekan angka impor minyak berbahan bakar fosil.
BACA JUGA:Komitmen PTPN IV Jaga Stabilitas Harga Sawit Dapat Apresiasi Tinggi dari Petani Plasma
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Merangin, H M Syukur, usai menghadiri Workshop APKASI dan Sawit Expo 2026 yang mengusung tema ‘Sawit untuk rakyat’ di Ballroom Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (07/7).
Melalui langkah ini, Pemkab Merangin berupaya membangun kolaborasi solid antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah demi mendukung program prioritas hilirisasi sawit dan mewujudkan kemandirian energi nasional.
BACA JUGA:Sedang Mengurus Urusan Pertanahan? Cari Tahu Biayanya di Sini
‘’Kita akan mendukung sepenuhnya pengembangan sektor sawit yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,’’ ujar Bupati H M Syukur didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Merangin, Daryanto.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara Pemerintah, asosiasi, dan para pelaku industri. Hal ini diperlukan agar kelapa sawit tidak hanya dipandang sebagai komoditas dengan nilai ekonomi tinggi semata.
BACA JUGA:Kasus Pembunuhan Dosen di Bungo, Waldi Divonis Penjara Seumur Hidup
‘’Kita juga ingin menjadikan sawit sebagai instrument peningkatan kesejahteraan rakyat pedesaan, yang sekaligus menjawab tantangan global terkait keberlanjutan, inklusivasi dan pengelolaan lingkungan,’’ terang Bupati.
Partisipasi aktif Kabupaten Merangin dalam forum nasional ini mencerminkan tekad kuat pemerintah daerah untuk terus berkontribusi memperkuat sektor perkebunan nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui kebijakan, inovasi, serta penciptaan peluang pengembangan yang berpihak penuh kepada rakyat.
Acara Workshop APKASI dan Sawit Expo 2026 itu sendiri dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus. Forum strategis ini turut dihadiri oleh para kepala daerah dari seluruh Indonesia, pengusaha sawit, pengelola perkebunan, petani sawit, hingga perwakilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





