MITSUBISHI JANUARI 2026

Harga Pinang Kembali Turun, Petani Tanjabtim Tertekan

Harga Pinang Kembali Turun, Petani Tanjabtim Tertekan

Salah satu tempat penampungan pinang di Kecamatan Kuala Jambi (1)--

MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID-Harga pinang di Kabupaten Tanjabtim kembali mengalami penurunan.

Komoditas perkebunan yang menjadi andalan masyarakat itu kini hanya dibeli Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram di tingkat pengepul. Padahal sebelumnya harga pinang kualitas super sempat menyentuh Rp22 ribu per kilogram.

BACA JUGA:RESMI! Harga BBM Jambi Turun, Berikut Daftar Harga Baru BBM Seluruh Jambi Per 1 Juli 2026

Turunnya harga terjadi di tengah meningkatnya produksi pinang. Kondisi tersebut membuat petani mengeluh karena hasil panen yang melimpah tidak mampu mendongkrak pendapatan.

Pengepul pinang di Kecamatan Muara Sabak Barat, Assek, mengungkapkan penurunan harga bukan disebabkan lesunya permintaan pasar. Menurutnya, permintaan masih cukup tinggi, namun arus pembayaran dari toke besar mengalami kendala sehingga perputaran modal pengepul ikut tersendat.

BACA JUGA:218 ASN Muaro Jambi Pensiun Tahun Ini, Dua Kepala OPD Ikut Akhiri Masa Tugas

"Permintaan sebenarnya masih tinggi, hanya saja pembayarannya yang sedang sulit," ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga kini masih banyak hasil panen petani yang belum bisa dibayarkan lantaran pembayaran dari toke besar belum terealisasi. Dampaknya, harga beli di tingkat petani ikut terkoreksi.

BACA JUGA:Tumbangkan Pantai Gading 2-1, Norwegia Segel Tiket Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Meski demikian, pengepul tetap bersedia menampung hasil panen petani dengan sistem pembayaran tempo. Sementara untuk pembelian secara tunai, kemampuan pengepul masih terbatas karena kondisi modal yang belum stabil.

"Kami tetap siap menampung hasil panen petani dengan harga yang sudah ditetapkan apabila menggunakan sistem pembayaran tempo. Namun jika petani menginginkan pembayaran tunai, kemampuan kami untuk menyerap hasil panen sangat terbatas," katanya.

Assek menambahkan, kondisi seperti ini bukan kali pertama terjadi dalam perdagangan pinang. Kelancaran transaksi, kata dia, sangat bergantung pada kepercayaan antara petani, pengepul, hingga toke besar.

BACA JUGA:Harga BBM Turun! Berikut Daftar Harga Baru BBM Se Indonesia Per 1 Juli 2026

"Kalau petani masih percaya kepada kami, insya Allah barang tetap kami ambil. Tetapi jika petani memilih menyimpan hasil panennya, kami juga tidak bisa berbuat banyak," jelasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: