MITSUBISHI JANUARI 2026

Prabowo Tak Boleh Ada Daerah Tertinggal Karena Akses Jalan Terbatas

Prabowo Tak Boleh Ada Daerah Tertinggal Karena Akses Jalan Terbatas

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam peresmian selesainya pelaksanaan instruksi Presiden (Inpres) tahun 2025 Jalan Daerah sepanjang 1.151 km di seluruh Indonesia untuk tahun 2025 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, S-Ist-

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses jalan.

"Saudara-saudara, kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita," ucap Presiden saat meresmikan selesainya pelaksanaan instruksi Presiden (Inpres) tahun 2025 Jalan Daerah sepanjang 1.151 km di seluruh Indonesia untuk tahun 2025 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa, dikutip dari antara. 

BACA JUGA:Pengakuan Pelaku Penyerangan Anggota Satlantas Polresta Jambi

Dipantau dari tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menyatakan pembangunan jalan menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, jalan yang memadai akan memperlancar konektivitas antara pusat-pusat produksi dan kawasan permukiman sehingga biaya angkut dapat ditekan. Dengan konektivitas yang baik, distribusi barang dan mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih efisien.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Resmikan IJD 2025 Sepanjang 1.151 Km, 38 Km Ada di Jambi, Al Haris : Tahun Ini Berlanjut

"Indonesia adalah negara sangat besar dengan wilayah yang sangat luas dengan kondisi geografis yang berbeda-beda. Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup, kalau ada konektivitas di antara semua pusat-pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman," ujar Presiden.

Kepala Negara juga menekankan bahwa penurunan biaya logistik menjadi salah satu tujuan pembangunan jalan daerah guna mendukung perekonomian nasional. Selain itu, jalan yang baik merupakan bagian dari strategi ketahanan nasional.

"Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita. Swasembada pangan tidak hanya soal benih, pupuk, irigasi. Swasembada energi tidak hanya soal energi. Ini juga adalah hasil jaringan distribusi yang lancar dan baik. Energi harus dapat menjangkau masyarakat dari kawasan-kawasan produktif," kata Presiden.

Presiden Prabowo secara simbolis meresmikan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi di seluruh Indonesia, di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, sebagai wujud pemerataan pembangunan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tersebut ditujukan untuk memperlancar rantai pasok dari wilayah produksi menuju pasar konsumsi serta memperkuat keterhubungan jalan daerah dengan jaringan jalan nasional dan pusat-pusat pelayanan masyarakat.

Dia menjelaskan pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi tersebut didukung anggaran APBN sebesar Rp5,41 triliun. Seluruh pekerjaan, kata dia, telah selesai 100 persen dan siap dimanfaatkan masyarakat.

"Seluruh pekerjaan tersebut kita kawal dengan ketat mutunya, dilaksanakan secara terencana, terukur, dan akuntabel. Saat ini telah 100 persen terselesaikan dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat," kata Dody.

Dody menambahkan pembangunan infrastruktur jalan tidak lagi terpusat di wilayah tertentu, melainkan menjangkau berbagai daerah di seluruh Indonesia guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas nasional.(ant) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait