MITSUBISHI JANUARI 2026

Ikon Wisata Bukit Khayangan Terbengkalai

Ikon Wisata Bukit Khayangan Terbengkalai

Kondisi sejumlah pondok atau gazebo yang disediakan di spot wisata Bukit Bukit Khayangan kini tak terurus bahan sudah semak.-Ist-

SUNGAIPENUH, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Kondisi objek wisata Bukit Khayangan yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Kota Sungai Penuh kian memprihatinkan. Sejumlah fasilitas terlihat tidak terurus, sementara semak belukar mulai menutupi berbagai sudut kawasan wisata tersebut.

BACA JUGA:Pasar Tradisional Sarolangun Bakal di Tata, PKL Ditertibkan

Dari pantauan awak media kawasan yang dikenal memiliki panorama pegunungan yang indah itu tampak kurang mendapat perhatian, khususnya dari sisi pemeliharaan.

BACA JUGA:Bupati Harapkan Peningkatan Status Puskesmas di Ujung Bungo Beriringan dengan Pelayanan

Rumput liar dan semak belukar terlihat tumbuh di sejumlah titik, sehingga mengurangi kenyamanan serta keindahan destinasi yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata unggulan daerah.

Kondisi tersebut menuai perhatian masyarakat. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk melakukan penataan dan perawatan agar kawasan wisata tersebut kembali menarik untuk dikunjungi.

"Jangan pengelolaan saat hari libur lebaran saja biasanya. Pungut tiket masuk dan parkir. Tapi tak ada perbaikan dan pengelolaan," ujar salah seorang warga sungai Penuh.

Sebagai salah satu ikon pariwisata daerah, Bukit Khayangan memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Namun, jika tidak dikelola secara optimal, kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya minat kunjungan wisatawan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Sungai Penuh, khususnya instansi yang membidangi sektor pariwisata, terkait kondisi terkini kawasan tersebut.

Masyarakat pun berharap pemerintah segera melakukan pembersihan dan penataan kembali kawasan Bukit Khayangan agar dapat kembali berfungsi sebagai destinasi wisata andalan daerah.(Hdp)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: