MITSUBISHI JANUARI 2026

Harga TBS Sawit Dharmasraya Per 19 Juni 2026 Tertinggi Rp3.789/Kg, Berikut Daftar Harganya

Harga TBS Sawit Dharmasraya Per 19 Juni 2026 Tertinggi Rp3.789/Kg, Berikut Daftar Harganya

ilustrasi Tandan Buah Segar (TBS)-dok Jambi ekspres-

DHARMASRAYA, JAMBIEKSPRES.CO.ID— Ada kabar baik bagi para petani kelapa sawit di Kabupaten DHARMASRAYA, Sumatera Barat.

Di mana harga Tandan Buah Segar (TBS) tertinggi hari ini sukses menembus angka Rp3.789/Kg.

Berdasarkan rilis data resmi Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya  nominal tertinggi tersebut dicatatkan oleh PT. AWB (harga disbun) untuk kategori pabrik kelapa sawit (PKS) mitra per Jumat, 19 Juni 2026.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Lampung Periode I Juni 2026 Ditetapkan, Tertinggi Rp3.242,42 /Kg, Ini Daftar Harganya

Laporan harian yang dihimpun dari 8 PKS yang beroperasi di wilayah Dharmasraya menunjukkan adanya variasi harga yang cukup signifikan di tingkat petani.

Selisih antara harga pembelian tertinggi dan terendah pada hari ini tercatat menyentuh angka Rp519/Kg.

Jika PT. AWB memimpin di posisi puncak, harga terendah justru berada di PT. DSL yang membeli TBS dengan harga Rp3.270/Kg.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Sumsel Periode II Juni 2026 Melesat Naik, Tertinggi Capai Rp3.704/Kg, Berikut Daftarnya

. Di sisi lain, harga rata-rata komoditas sawit di daerah tersebut berada pada angka Rp3.382/Kg.

Untuk rincian pembelian di sektor non-mitra, harga bergerak di kisaran Rp3.270 hingga Rp3.370 per kilogramnya.

Beberapa perusahaan seperti PT. HKI dan PT. DL kompak menetapkan harga Rp3.370/Kg, disusul oleh PT. SMP sebesar Rp3.310/Kg, serta PT. SAK Timpeh dan PT. Incasi Pangian yang berada di angka Rp3.285/Kg. Sementara itu, untuk harga brondolan tertinggi per 19 Juni 2026 berhasil menyentuh Rp3.800/Kg di PT. DSL.

BACA JUGA:Masih Ada 130 Perusahaan Sawit Bandel Belum Naikkan Harga TBS Petani, Mentan Gandeng Satgas Pangan Telusuri

Meskipun seluruh dari 8 PKS yang terdata sudah tertib memberikan laporan harga per pukul 08.00 WIB, para petani diimbau untuk tetap selektif dalam mendistribusikan hasil panennya.

Pasalnya, terdapat 2 perusahaan yang dilaporkan sedang tidak menerima pasokan buah dari masyarakat untuk hari ini, yaitu PT. TKA dan PT. Incasi Panigian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait