Harus Bayar Rp35 Ribu per Bulan, Beban Sampah Kembali ke Warga
Harus Bayar Rp35 Ribu per Bulan, Beban Sampah Kembali ke Warga --
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Penutupan puluhan tempat pembuangan sampah (TPS) dan TPS liar di Kota Jambi mulai menimbulkan konsekuensi baru bagi masyarakat. Agar sampah rumah tangga tetap terangkut, warga kini harus mengeluarkan biaya tambahan hingga Rp35 ribu per bulan untuk jasa pengangkutan sampah.
Kondisi tersebut dirasakan warga di sejumlah lingkungan yang belum memiliki armada pengangkut sampah sendiri. Mereka terpaksa berlangganan jasa pengangkutan yang dikelola pihak swasta maupun Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
BACA JUGA:Update Harga Emas Pegadaian Rabu 3 Juni 2026, Hari Ini Kompak Turun
Ketua RT 19 Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Zainal Abidin mengatakan hampir separuh warganya saat ini menggunakan layanan TPS3R untuk mengangkut sampah rumah tangga.
"Hampir 50 persen warga kami menggunakan jasa TPS3R. Mereka membayar Rp35 ribu per bulan dan sampah diambil langsung dari rumah," katanya.
Menurut Zainal, kerja sama dengan pihak ketiga menjadi pilihan yang paling memungkinkan karena lingkungan RT belum memiliki becak motor (bentor) untuk mengangkut sampah. Selain biaya pembelian yang cukup besar, operasional kendaraan juga membutuhkan anggaran tambahan untuk bahan bakar dan perawatan.
"Kalau beli bentor, siapa yang menanggung BBM dan perawatannya? RT tidak punya anggaran untuk itu. Karena itu kami memilih bekerja sama dengan TPS3R yang sudah berjalan," ujarnya.
BACA JUGA:PTPN IV Regional IV Ajak Karyawan Implementasikan Nilai-nilai Pancasila
Dengan jumlah sekitar 800 kepala keluarga, Zainal menilai pengelolaan armada sampah secara mandiri berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila tidak didukung sumber pendanaan yang jelas.
Kondisi serupa terjadi di RT 32 Perumahan Green Kenali, Kelurahan Mayang Mangurai. Ketua RT setempat, Muhammad, mengatakan warga di lingkungannya sejak lama mengandalkan jasa pengangkutan sampah swasta.
"Setiap bulan warga membayar Rp35 ribu. Petugas datang menggunakan mobil dan sampah langsung dibawa ke TPA Talang Gulo," katanya.
BACA JUGA:Bupati BBS Tancap Gas Awasi Harga Sawit, Bakal Sidak PKS
Menurutnya, layanan tersebut berjalan cukup baik sehingga warga tidak memiliki rencana untuk membeli bentor pengangkut sampah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





