Waspada Penipuan, BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online
Waspada Penipuan, BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online-Ist-
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tidak pernah dilakukan melalui penawaran online menggunakan tautan tidak resmi maupun media sosial. BRI memastikan bahwa setiap proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui petugas BRI dan diproses melalui Kantor BRI.
BACA JUGA:BRI Tebar Semangat Berbagi di Idul Adha 1446 H, Salurkan 961 Hewan Kurban untuk Masyarakat
Oleh karena itu masyarakat diimbau agar mewaspadai segala macam bentuk penipuan secara online. Dan diharapakan untuk tetap bijak dalam memilih layanan keuangan melalui perbankan. Masyarakat diimbau memastikan keaslian layanan KUR BRI dengan mengakses website resmi di bri.co.id, menggunakan aplikasi resmi BRImo yang diunduh melalui App Store atau Play Store, serta memverifikasi petugas dengan meminta identitas resmi atau menghubungi kantor cabang terdekat.
BACA JUGA:625 Tahun Tanah Pilih, Kampung Bahagia Ubah Wajah Permukiman Kota Jambi
Area Head BRI Jambi, Vierdy Yosua RBS menyampaikan bahwa maraknya penawaran KUR melalui pesan singkat, tautan digital, hingga akun media sosial merupakan modus penipuan yang menyalahgunakan nama BRI. “BRI tidak pernah menawarkan ataupun memproses pengajuan KUR secara online melalui tautan tidak resmi, akun pribadi, maupun pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan BRI. Seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi BRI dan diproses langsung oleh petugas BRI resmi,” ujarnya.
Vierdy menambahkan bahwa masyarakat dapat mengakses layanan pengajuan KUR melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, AgenBRILink, maupun tenaga pemasar resmi BRI yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk di provinsi Jambi.
BRI juga menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan KUR tidak dipungut biaya apa pun di awal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap penawaran yang menjanjikan pencairan cepat dengan syarat tidak wajar.
Selain itu, BRI mengingatkan masyarakat untuk tidak pernah memberikan data pribadi maupun data perbankan yang bersifat rahasia seperti PIN, kata sandi (password), kode OTP, maupun data pribadi lainnya kepada pihak mana pun. “Setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI,” tambah Vierdy.
Vierdy menambahkan, BRI mengimbau masyarakat untuk hanya memperoleh informasi melalui kanal resmi perusahaan seperti website resmi BRI, media sosial resmi BRI, maupun Contact BRI 14017/1500017. “Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan keamanan layanan perbankan, BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menindaklanjuti berbagai modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan,” pungkas Vierdy.
Bentuk edukasi yang diberikan oleh BRI dalam meningkatkan literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan antara lain yaitu BRI secara rutin mengedukasi nasabah agar menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN, password, OTP (One Time Password), CVV kartu debit/kredit, serta username dan password BRImo. Nasabah diingatkan untuk tidak membagikan data tersebut kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
Melalui media sosial, website resmi, aplikasi BRImo, SMS blast, dan media massa, BRI memberikan informasi mengenai berbagai modus penipuan seperti phishing, social engineering, undian palsu, investasi bodong, hingga penyalahgunaan identitas BRI oleh pihak tidak bertanggung jawab. BRI mengimbau masyarakat untuk hanya mengakses layanan melalui kanal resmi seperti website BRI, aplikasi BRImo, Contact BRI 1500017, serta akun media sosial resmi yang telah terverifikasi.
BRI secara berkala menyelenggarakan seminar, pelatihan, webinar, dan kegiatan edukasi keuangan bagi pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat umum untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang aman dan bijak. BRI secara aktif mengirimkan notifikasi, pengumuman, dan imbauan mengenai modus penipuan terbaru agar nasabah lebih waspada terhadap tautan mencurigakan, telepon palsu, maupun pesan yang mengatasnamakan BRI.
Nasabah diajarkan untuk selalu memeriksa alamat situs web, menghindari penggunaan jaringan Wi-Fi publik saat bertransaksi, memperbarui aplikasi secara berkala, dan mengaktifkan fitur keamanan pada perangkat yang digunakan untuk transaksi perbankan.
Keamanan transaksi tidak hanya bergantung pada sistem perbankan yang kuat, tetapi juga pada kesadaran dan kewaspadaan nasabah dalam melindungi data pribadi serta memahami berbagai modus kejahatan digital yang terus berkembang. Dengan edukasi yang berkelanjutan, BRI berharap masyarakat dapat bertransaksi dengan lebih aman, nyaman, dan terhindar dari risiko penipuan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





