MITSUBISHI JANUARI 2026

Semangat untuk Maju, Warga SAD Berbondong-bondong Minta Bantuan Usaha

Semangat untuk Maju, Warga SAD Berbondong-bondong Minta Bantuan Usaha

Semangat untuk Maju, Warga SAD Berbondong-bondong Minta Bantuan Usaha--

BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Puluhan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari tiga kelompok tumenggung mendatangi Kantor Bupati Merangin pada Kamis (21/5).

Kedatangan warga SAD tersebut bertujuan untuk meminta bantuan modal usaha kepada Bupati Merangin.

BACA JUGA:Hadapi Tantangan Global, Pertamina Siapkan Dua Pilar Strategis demi Ketahanan Energi Indonesia

Ketiga kelompok dipimpin oleh Tumenggung Jang, Tumenggung Ngapas, dan Tumenggung Stampung yang berasal dari Desa Mentawak dan Desa Sungai Ulak. Dalam aksi tersebut, para tumenggung turut membawa serta puluhan warga, termasuk perempuan dan anak-anak.

Aksi ini dipicu oleh informasi keberhasilan kelompok Tumenggung Jhon di Desa Tambang Baru di kawasan objek wisata Dam Betuk yang sebelumnya menerima program bantuan usaha Keramba Jaring Apung (KJA) dari Kementerian Sosial (Kemensos) senilai Rp 1,4 miliar.

BACA JUGA:Hak Politik Jangan Diremehkan, Kemenham Jambi Perkuat Literasi HAM

Kedatangan warga SAD disambut langsung oleh Asisten I Setda Merangin, Sukoso, bersama pejabat Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos P2A) Merangin, Azrul Affandi.

Pejabat Fungsional Pekerja Sosial Dinsos P2A Merangin, Azrul Affandi, memberikan klarifikasi di hadapan warga untuk meluruskan persepsi mengenai bantuan tersebut. Menurutnya, terjadi kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat SAD mengenai wujud bantuan yang dikira berupa uang tunai.

BACA JUGA: Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Penipuan CANTVR dan YUDIA

"Kami jelaskan, ini terkait bantuan keramba dari Kementerian Sosial. Mereka mendapat informasi salah satu kelompok (Tumenggung Jhon) mendapat bantuan Rp 1,4 miliar berupa uang. Padahal tidak, bantuan itu berbentuk barang (sarana usaha) yang total nominalnya senilai Rp 1,4 miliar," ujar Azrul kepada awak media.

Azrul menambahkan bahwa program bantuan ini sebenarnya telah ditawarkan secara merata. Namun, beberapa kelompok SAD sebelumnya menyatakan keberatan karena merasa belum mampu mengelola budidaya keramba ikan.

BACA JUGA: Jasa Raharja Bersama FLLAJ Muaro Jambi Bahas MitigasiTitik Rawan dan Keselamatan Pelajar

"Ada beberapa kelompok yang hadir di sini sebenarnya sudah ditawari oleh Tumenggung Jhon, tetapi mereka menolak karena merasa tidak sanggup merawatnya. Contohnya kelompok di Pemenang, mereka berkomitmen jujur tidak sanggup mengurus keramba dan memberi makan ikan, lalu meminta diusulkan program lain," jelas Azrul.

Menyikapi aspirasi dari Tumenggung Jang, Ngapas, dan Stampung yang menginginkan program alternatif di luar budidaya ikan—seperti sektor perkebunan—pihak Dinsos meminta perwakilan warga untuk menyiapkan usulan resmi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: