MITSUBISHI JANUARI 2026

Baru Dua Hari Dilantik, Belasan Kepsek di Muaro Jambi Mundur

Baru Dua Hari Dilantik, Belasan Kepsek di Muaro Jambi Mundur

Ilustrasi guru dan siswa Sekolah Dasar.--

MUARO JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Dunia pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi mendadak diguncang gelombang pengunduran diri kepala sekolah. Baru dua hari usai dilantik, sebanyak 13 kepala sekolah resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatan yang baru mereka emban.

BACA JUGA:Tiga Pekerja Tewas Keracunan di Dalam Palka Tongkang KM TS Daya Niaso Muaro Jambi

Ironisnya, para kepala sekolah tersebut sebelumnya baru saja dilantik oleh Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir atau yang akrab disapa Jun Mahir, pada Senin (18/5/2026), bersama ratusan kepala sekolah jenjang TK, SD hingga SMP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

BACA JUGA:Sopir Truk Sempat Kabur Usai Lakalantas Maut di Alam Barajo, Berhasil Diamankan Polisi

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi, Hendri membenarkan adanya pengunduran diri tersebut. Ia mengatakan, total terdapat 13 kepala sekolah yang memilih mundur setelah pelantikan berlangsung.

BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit Swadaya Riau Periode 20–26 Mei 2026 Naik Jadi Rp3.857 per Kg

“Untuk alasan bermacam-macam, ada yang karena lokasi penempatan terlalu jauh, faktor kesehatan, dan ada juga yang sudah mendekati masa pensiun,” kata Hendri, Rabu (20/5).

Fenomena ini pun langsung memunculkan sorotan publik. Pasalnya, belum genap sepekan dilantik, belasan kepala sekolah justru memilih melepas jabatan yang baru saja diberikan.

BACA JUGA:Lakalantas Maut di Alam Barajo, Penumpang Motor Tewas di Tempat

Situasi tersebut dinilai menjadi sinyal adanya persoalan dalam proses pemetaan kebutuhan, penempatan hingga kesiapan pejabat sekolah sebelum mutasi dan pelantikan dilakukan.

Publik mempertanyakan sejauh mana proses verifikasi dilakukan sebelum para kepala sekolah ditetapkan dan dilantik. Sebab, pengunduran diri massal dalam waktu singkat dinilai dapat menciptakan kekosongan kepemimpinan di sejumlah sekolah.

Jika tidak segera dievaluasi, kondisi ini dikhawatirkan berpotensi mengganggu stabilitas manajemen sekolah dan pelayanan pendidikan, khususnya di tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Kabupaten Muaro Jambi. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: