MITSUBISHI JANUARI 2026

DBH Migas Menyusut, Pembangunan Infrastruktur Tanjabtim Melambat

DBH Migas Menyusut, Pembangunan Infrastruktur Tanjabtim Melambat

ilustrasi-istimewa-

MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID— Penurunan tajam Transfer Keuangan Daerah (TKD) pada tahun anggaran 2026 membuat Pemerintah Kabupaten Tanjabtim harus memutar strategi dalam mempertahankan pembangunan daerah.

Kondisi ini dipastikan berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah membiayai pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA:BPBD Muaro Jambi Petakan 65 Wilayah Rawan Banjir

Pemkab Tanjabtim mencatat, total TKD yang diterima daerah tahun ini hanya sebesar Rp63,1 miliar. Angka tersebut turun drastis dibanding tahun 2025 yang masih mencapai Rp216,6 miliar atau mengalami penurunan sekitar 70 persen.

Merosotnya Dana Bagi Hasil (DBH) Migas menjadi faktor utama melemahnya kekuatan fiskal daerah. Padahal selama ini sektor migas menjadi salah satu penopang penting dalam struktur pendapatan daerah Kabupaten Tanjabtim.

BACA JUGA:Bupati Anwar Sadat Lepas 105 Jemaah Haji Kloter 24 Tanjab Barat, Titip Doa untuk Daerah

Kepala Bappeda Tanjabtim, Ali, mengatakan berkurangnya transfer pusat membuat kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan ikut menyusut tajam. Jika sebelumnya APBD sekitar Rp1,2 triliun masih mampu menopang pembangunan infrastruktur hingga Rp100 sampai Rp150 miliar, maka pada tahun ini alokasi pembangunan diperkirakan hanya tersisa sekitar Rp40 miliar.

Menurutnya, kondisi tersebut paling dirasakan pada sektor pembangunan jalan serta program peningkatan jalan mantap yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Pengurangan ini sangat berdampak terhadap pembangunan daerah, terutama sektor infrastruktur jalan dan program peningkatan jalan mantap yang sudah direncanakan dalam RPJMD," ujarnya.

BACA JUGA:Antisipasi Lonjakan Bahan Pokok, Pemkot Jambi Gelar Pasar Murah

Bukan hanya pembangunan jalan, keterbatasan anggaran juga mempengaruhi sejumlah program prioritas lainnya seperti pembangunan jembatan, sanitasi, air bersih hingga jaringan irigasi.

Tekanan anggaran juga terjadi pada Dana Alokasi Khusus (DAK). 

"Jika sebelumnya Tanjabtim menerima sekitar Rp147 miliar, pada tahun 2026 jumlah tersebut turun menjadi Rp138 miliar," jelasnya.

Bahkan untuk sektor infrastruktur jalan, alokasi yang diterima tahun ini hanya sekitar Rp8 miliar. Jumlah itu jauh lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya yang masih mencakup pembangunan jembatan, sanitasi, air bersih dan irigasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: