MITSUBISHI JANUARI 2026

Ketua DPRD Muaro Jambi Sidak Drainase di Mestong

Ketua DPRD Muaro Jambi Sidak Drainase di Mestong

Ketua DPRD Muaro Jambi Sidak Drainase di Mestong-Ist-

MUAROJAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Muaro Jambi dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan sejumlah kawasan di Kecamatan Mestong terdampak banjir dan genangan air.

Warga menduga kondisi tersebut diperparah oleh pembangunan ruko serta kawasan pergudangan yang dinilai mengganggu aliran drainase dan sungai alami di sekitar permukiman.

BACA JUGA:Kerinci Klaim Stok Hewan Kurban Aman, Tak Ketergantungan Daerah Lain

Keluhan masyarakat itu langsung ditindaklanjuti Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong.

Dalam peninjauan tersebut, Aidi bersama rombongan melihat langsung sejumlah bangunan usaha yang berada di dekat saluran drainase dan aliran sungai warga. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah bangunan ruko yang difungsikan sebagai bengkel mobil.

BACA JUGA:Dibekali DSBS II, Pastikan Lebih Aman dan Nyaman Dengan Suzuki Fronx SGX

Dari hasil sidak sementara, ditemukan adanya bagian bangunan yang berada cukup dekat dengan sempadan sungai. Kondisi itu dikhawatirkan dapat mempersempit aliran air dan memicu banjir saat intensitas hujan meningkat.

“Saya melakukan sidak di Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi atas dasar laporan masyarakat. Karena area di sini sering terjadi banjir,” kata Aidi Hatta.

Ia menegaskan, pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung pertumbuhan investasi dan aktivitas usaha di Kabupaten Muaro Jambi. Namun, pelaku usaha diminta tetap mematuhi aturan, terutama terkait tata ruang dan fungsi drainase agar tidak berdampak pada lingkungan sekitar.

“Jangan sampai aktivitas usaha berdampak pada masyarakat, terutama saat musim hujan seperti sekarang,” ujarnya.

Menurut Aidi, keberadaan drainase dan aliran sungai harus tetap dijaga agar mampu menampung debit air ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Karena itu, ia meminta pihak pengusaha segera melakukan pembenahan apabila ditemukan adanya saluran air yang terganggu akibat pembangunan.

“Kami berharap pihak pengusaha dapat segera melakukan pembenahan jika memang ditemukan saluran air yang terganggu. Ini demi kepentingan bersama dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.

Sidak kemudian dilanjutkan ke kawasan pergudangan di RT 26 Desa Pondok Meja. Di lokasi itu, rombongan menemukan adanya aliran air yang dinilai perlu segera dinormalisasi agar fungsi drainase kembali optimal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: