Tiga Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci Diganti
Tiga direksi Perumda Tirta Sakti Krinci yang diganti oleh Plt Direktur Utama Maya Novefri.-Ist-
KERINCI, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Pergantian jajaran direksi terjadi di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sakti Kabupaten Kerinci. Tiga direktur sekaligus resmi mengakhiri masa jabatannya pada Rabu (13/5/2026), dan kini posisi strategis tersebut diisi oleh satu pelaksana tugas (Plt) direktur.
BACA JUGA:Hari Ini Sidang Isbat Awal Zulhijjah Digelar, Dibagi 3 Sesi Berikut Rangkaiannya
Ketiga pejabat yang diganti yakni Andi Tri Putra sebagai Direktur Utama, Azwar Anas sebagai Direktur Teknik, dan Sasrir sebagai Direktur Umum.
Menariknya, pergantian juga terjadi pada posisi Direktur Umum yang sebelumnya dijabat Sasrir, meskipun yang bersangkutan belum memasuki masa pensiun.
BACA JUGA:Bupati H M Syukur Bersama Gubernur H Al Haris Berduka
Informasi yang dihimpun menyebutkan, posisi ketiga direksi kini dipercayakan kepada Maya yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur untuk memimpin sementara Perumda Tirta Sakti Kerinci.
Humas Perumda Tirta Sakti Kerinci, Roder, membenarkan bahwa masa jabatan ketiga direksi tersebut telah berakhir sesuai dengan masa perpanjangan jabatan sebelumnya.
“Benar, masa jabatan perpanjangan ketiga direktur yang dilantik pada 13 Mei 2024 kini telah berakhir,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, dua dari tiga direktur memang telah memasuki masa pensiun.
“Pak Andi selaku Direktur Utama dan Pak Azwar Anas sebagai Direktur Teknik sudah pensiun. Sementara Pak Sasrir hanya mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur Umum hari ini,” tambahnya.
Pergantian ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan yang dilakukan oleh Penjabat (Pj) Bupati Kerinci saat itu, Asraf, pada 13 Mei 2024 lalu di Aula Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Kecamatan Siulak Mukai.
Sementara itu, penunjukan Maya sebagai Plt Direktur disebut sebagai langkah sementara sambil menunggu keputusan definitif dari Bupati Kerinci saat ini, Monadi, terkait pengisian jabatan direksi secara permanen.
Di sisi lain, sejumlah aktivis dan pengamat menilai pengisian jabatan direksi Perumda Tirta Sakti harus dilakukan secara selektif dan profesional. Mereka mendorong agar pemerintah daerah memberi kesempatan kepada figur internal yang memahami kondisi teknis dan manajemen perusahaan.
“Sudah saatnya kader internal yang memahami teknis dan kondisi keuangan PDAM diberi kesempatan. Jangan hanya orang-orang tertentu saja yang terus menduduki jabatan, perlu ada penyegaran,” ujar salah seorang pengamat, Mulyadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




